Granat Berkarat Ditemukan di Belakang Masjid, Gegana Turun Tangan

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 22:09 WIB

 

PENGAMANAN: Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalsel saat melakukan prosedur penanganan benda diduga granat di aliran sungai belakang Masjid Jami Batumandi, Sabtu (12/9/2026).
PENGAMANAN: Tim Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalsel saat melakukan prosedur penanganan benda diduga granat di aliran sungai belakang Masjid Jami Batumandi, Sabtu (12/9/2026).

 

PARINGIN, Radarsampit.jawapos.com - Benda bulat berlapis kerak karat yang diduga kuat merupakan granat sisa perang ditemukan di kawasan aliran sungai di belakang Masjid Jami Batumandi, Kabupaten Balangan, Sabtu (12/9/2026).

Temuan benda mencurigakan tersebut langsung ditangani Tim Detasemen Gegana BP Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalsel.

Setibanya di lokasi, personel Gegana berkoordinasi dengan jajaran Polres Balangan untuk mengamankan area. Penanganan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) guna mencegah risiko terhadap warga di sekitar lokasi.

Setelah memastikan langkah penanganan yang diperlukan, benda tersebut kemudian dimusnahkan petugas di lokasi yang dinilai aman.

"Dengan penuh kehati-hatian, benda tersebut didisposal di tempat yang aman, guna memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat terlindungi," tulis laporan resmi Satbrimob Polda Kalsel usai penanganan.

Baca Juga: Antrean di SPBU kembali Memicu Demonstrasi ke Pertamina. Stok BBM Diklaim masih Aman

Bukan Sekadar Benda Berbahaya

Di balik penanganan keamanan, temuan tersebut menyimpan sisi lain yang menarik perhatian pemerhati sejarah lokal.

Kecamatan Batumandi secara historis dikenal sebagai salah satu wilayah basis pejuang pada era revolusi fisik. Karena itu, keberadaan benda yang diduga merupakan peninggalan masa perang tersebut dinilai berpotensi memberikan petunjuk mengenai sejarah kawasan.

Sejarawan sekaligus Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Balangan, Darma Setiawan, mengatakan temuan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan keamanan.

"Dari perspektif pelestarian cagar budaya, temuan granat di kawasan belakang Masjid Jami Batumandi perlu dipandang tidak hanya sebagai benda berbahaya yang telah ditangani, tetapi juga sebagai temuan yang berpotensi memberikan informasi mengenai sejarah kawasan," terangnya, Senin (14/9).

Baca Juga: Udara Masih Berbahaya, Disdik Palangka Raya Sapa Murid via Zoom

Data Temuan Dinilai Penting untuk Sejarah

Meski benda tersebut telah dimusnahkan demi keselamatan masyarakat, Darma menilai informasi mengenai benda itu tetap penting untuk diselamatkan.

Ia mendorong agar data teknis sebelum proses disposal, jika tersedia, dihimpun dan disimpan sebagai bagian dari dokumentasi sejarah daerah.

"Oleh karena itu, dokumentasi mengenai bentuk, jenis, kondisi, lokasi, koordinat, kedalaman, serta hasil identifikasi teknis sebelum disposal perlu dihimpun dan disimpan sebagai data sejarah," tambahnya.

Menurut Darma, dokumentasi semacam itu dapat menjadi bahan penting untuk menelusuri konteks sejarah kawasan Batumandi, terutama terkait aktivitas militer maupun perjuangan pada masa revolusi fisik.

Baca Juga: Hilirisasi Sawit Jadi Prioritas RAPBD Kotim 2027, Bersama Penguatan UMKM dan Infrastruktur

Jejak Perjuangan Batumandi Perlu Ditelusuri

Darma menyarankan adanya penelusuran sejarah lebih lanjut terkait lokasi penemuan benda tersebut.

Penelusuran diperlukan untuk mengetahui apakah benda yang ditemukan di belakang Masjid Jami Batumandi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas militer dan perjuangan masyarakat di wilayah tersebut pada masa lalu.

Dengan demikian, temuan yang telah dimusnahkan demi keselamatan publik itu tetap dapat meninggalkan informasi berharga mengenai perjalanan sejarah Batumandi. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
Balangan penemuan kalsel gegana brimob granat