TNI AL Kerahkan 3 KRI Cari 5 Jurnalis Hilang di Kawasan Anak Krakatau

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 12:02 WIB
ILUSTRASI: KRI Brawijaya-320 akan terlibat dalam parade kapal perang di Teluk Jakarta dalam peringatan HUT ke-80 TNI pada Oktober mendatang. (TNI AL)
ILUSTRASI: KRI Brawijaya-320 akan terlibat dalam parade kapal perang di Teluk Jakarta dalam peringatan HUT ke-80 TNI pada Oktober mendatang. (TNI AL)

BANTEN, radarsampit.jawapos.com – TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat operasi pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten. Pencarian juga mencakup tiga kru speedboat yang hingga hari kedua, Rabu (9/9), belum ditemukan.

Dalam operasi tersebut, unsur Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten mengerahkan KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang untuk menyisir sejumlah sektor perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan delapan orang tersebut.

Lanal Lampung juga menyiapkan KAL Siaga untuk mendukung pencarian sekaligus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.

TNI AL turut mengerahkan tiga kapal perang, yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Pengerahan tersebut dilakukan untuk memperkuat operasi sekaligus memperluas wilayah penyisiran di perairan Selat Sunda.

Pencarian Hari Kedua Masih Nihil

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, operasi SAR hari kedua melibatkan tujuh Search and Rescue Unit (SRU) yang disebar ke sejumlah sektor.

”Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Al Amrad kepada awak media.

Operasi melibatkan unsur Kantor SAR Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, hingga masyarakat setempat.

Sejumlah sarana yang digunakan antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, serta drone thermal. Tim juga membawa berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan pendukung lainnya.

Namun, hingga pukul 15.22 WIB, pencarian belum membuahkan hasil.

”Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap 8 orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” ujarnya.

Tim SAR juga harus memperhitungkan kondisi Gunung Anak Krakatau selama operasi berlangsung. Aktivitas gunung api dan sebaran material vulkanik menjadi salah satu faktor keselamatan yang terus dipantau.

Al Amrad mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi hasil operasi dan membuka kemungkinan memperluas area pencarian pada Kamis (10/9).

”Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata dia.

Berdasarkan laporan petugas, cuaca di wilayah pencarian pada Rabu terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru kapal dan lima jurnalis.

Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), pemandu; serta lima jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

TNI AL memastikan unsur operasionalnya akan terus mendukung pencarian bersama tim SAR gabungan hingga seluruh korban ditemukan, dengan strategi yang disesuaikan kondisi perairan dan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
Anak Krakatau erupsi anak krakatau tni al jurnalis hilang