JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Upaya pencarian speedboat yang membawa delapan orang, termasuk lima jurnalis, di Selat Sunda belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan menghadapi gelombang tinggi, angin kencang, arus laut, hingga paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami aktivitas erupsi.
Speedboat tersebut dilaporkan hilang kontak saat membawa rombongan wartawan untuk meliput aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9) siang.
Hingga operasi SAR hari pertama ditutup pada Selasa (8/9), seluruh penumpang belum ditemukan.
Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan kondisi di lapangan cukup berisiko bagi tim pencari.
Selain gelombang laut yang mencapai 0,5 hingga 2 meter dan angin kencang, abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau turut mengganggu proses pencarian.
“Kendala-kendalanya kami masih harus bersentuhan dengan abu vulkanik karena dampak erupsi juga masih terjadi. Arus laut juga menjadi kendala kami,” ujar Rizky dikutip dari JawaPos.com, Selasa (8/9).
Kondisi cuaca membuat kapal-kapal berukuran kecil kesulitan mencapai titik koordinat yang diduga menjadi lokasi terakhir speedboat tersebut.
Untuk memperkuat operasi pencarian, Basarnas kemudian mengerahkan kapal berukuran lebih besar, KN SAR Tetuka.
“Untuk kapal kecil kami tadi terkendala oleh cuaca yang tidak bersahabat, sehingga kami mengerahkan kapal KN SAR Tetuka untuk melaksanakan pencarian di lokasi,” katanya.
100 Personel Sisir Selat Sunda
Tim SAR memusatkan pencarian pada radius sekitar 3 nautical mile dari titik lokasi terakhir yang dibagikan salah satu penumpang kepada keluarganya melalui fitur berbagi lokasi.
Sekitar 100 personel SAR gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari Basarnas, Polairud, TNI, Balawista, serta nelayan setempat.
Penyisiran tidak hanya dilakukan di perairan. Petugas juga memeriksa sejumlah dermaga rakyat dan pulau-pulau kecil di sekitar Selat Sunda, termasuk Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Namun, hingga operasi hari pertama berakhir, pencarian tersebut belum menemukan keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang.
Lima Jurnalis dan Tiga Kru Masih Hilang
Berdasarkan data Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, speedboat tersebut membawa delapan orang. Mereka terdiri dari lima jurnalis, seorang pemandu wisata, seorang nakhoda, dan seorang anak buah kapal (ABK).
Berikut identitas delapan orang yang masih dalam pencarian:
-
M. Bagus Khoirunnas – Jurnalis Antara
-
Ari Basuki – Jurnalis Merdeka
-
Yudhis – Jurnalis iNews
-
Daus – Jurnalis Anadolu
-
Donal – Jurnalis freelance
-
Heriyanto (49) – Pemandu/guide
-
Warta (55) – Nakhoda/kapten kapal
-
Surakman (60) – Anak buah kapal (ABK)
Hingga Selasa malam, KN SAR Tetuka masih melakukan pemantauan di sekitar titik dugaan hilangnya speedboat.
Operasi pencarian dengan cakupan lebih luas dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi dengan mengoptimalkan seluruh unsur SAR yang terlibat. (jpg)
Editor : Slamet HarmokoSumber : jawapos.com