Namanya Dicantumkan di Buku Islam ala Prabowo, TGB Zainul Majdi Bantah Pernah Kirim Tulisan

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:04 WIB
Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam tengah ramai menjadi perbincangan publik. (Radar Bonang)
Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam tengah ramai menjadi perbincangan publik. (Radar Bonang)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam tengah menjadi sorotan.

Bukan hanya karena isinya yang mengulas praktik keislaman Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga lantaran muncul persoalan terkait pencantuman nama salah satu tokoh yang disebut sebagai kontributor.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Muhammad Zainul Majdi membantah pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.

Padahal, namanya tercantum dalam daftar isi sebagai penulis bab berjudul “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan” pada halaman 241.

Bantahan itu disampaikan TGB melalui akun Instagram miliknya @tuangurubajang pada Senin (6/9). Pernyataan tersebut muncul setelah seorang pengguna media sosial mempertanyakan keterlibatannya dalam buku yang mengulas sosok Prabowo dari perspektif Islam.

“Saya tidak pernah kirim tulisan,” tulis TGB dalam unggahannya.

Digagas Ahmad Muzani dan Anwar Iskandar

Buku Islam ala Prabowo pertama kali diluncurkan pada Agustus 2025. Peluncurannya menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta.

Buku tersebut diinisiasi Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar. Ahmad Muzani disebut sebagai salah satu penggagas sekaligus turut menulis bagian prolog.

Meski menggunakan nama Prabowo dalam judul, buku tersebut bukan karya yang ditulis langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Buku disusun oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Selain tiga penulis utama, buku itu memuat tulisan sejumlah tokoh yang dicantumkan sebagai kontributor. Materinya membahas berbagai sisi Prabowo, mulai kepemimpinan, spiritualitas, perdamaian hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pencantuman nama TGB sebagai penulis salah satu bab kemudian menjadi sorotan setelah yang bersangkutan menyatakan tidak pernah mengirimkan tulisan.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengumpulan, penyuntingan, hingga pencantuman materi dan nama kontributor dalam buku.

Beredar Komersial, Dibanderol Rp129 Ribu

Di tengah polemik tersebut, buku Islam ala Prabowo telah beredar secara komersial. Buku itu tersedia di sejumlah toko buku dan platform perdagangan daring dengan harga sekitar Rp125 ribu hingga Rp129 ribu.

Buku tersebut pada dasarnya menawarkan perspektif mengenai hubungan nilai-nilai Islam dengan kepemimpinan dan kebijakan publik Prabowo. Bagi pendukungnya, buku itu dapat menjadi referensi untuk melihat bagaimana nilai keislaman dikaitkan dengan kepemimpinan Presiden Prabowo.

Namun, kehadirannya juga memantik kritik. Salah satu yang dipersoalkan adalah penggunaan istilah Islam ala Prabowo yang dinilai tidak lazim oleh sebagian warganet.

Kritik lain berkaitan dengan nuansa politik yang dinilai cukup kuat. Sejumlah pihak mempertanyakan narasi yang dibangun karena dianggap terlalu menonjolkan sisi positif Prabowo dan berpotensi mengarah pada glorifikasi.

Kini, pernyataan TGB menambah lapisan baru dalam perdebatan mengenai buku tersebut. Persoalan bukan lagi semata soal isi dan sudut pandang buku, tetapi juga menyangkut bagaimana nama tokoh dicantumkan sebagai kontributor. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
tuan guru bajang TGB Muhammad Zainul Majdi Buku Islam Ala Prabowo