Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Penerbangan, Bandara Soetta dan Halim Ditutup hingga Sore

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 11:47 WIB
Ilustrasi Bandara Soekarno - Hatta (jawapos)
Ilustrasi Bandara Soekarno - Hatta (jawapos)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) kembali terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kedua bandara tersebut dipastikan tutup sementara hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9).

Penutupan diperpanjang sebagai langkah mitigasi setelah sebaran abu vulkanik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan di ruang udara sekitar Jakarta.

Keputusan tersebut diambil setelah AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika melalui penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru.

Berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26, Bandara Soekarno-Hatta berstatus CLOSED sejak pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

Sementara Bandara Halim Perdanakusuma berstatus CLOSED mulai pukul 08.16 WIB dengan periode penutupan yang sama. Informasi tersebut tercantum dalam NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26.

AirNav Pantau Pergerakan Abu Vulkanik

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan keputusan memperpanjang penutupan bandara mempertimbangkan dinamika pergerakan abu vulkanik di udara.

“Penyesuaian periode penutupan tersebut merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan, dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Hermana, Senin (7/9).

Menurut dia, AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara serta pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara intensif.

Pembaruan informasi penerbangan akan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kondisi aktual di lapangan.

Koordinasi dengan Maskapai Terus Dilakukan

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di industri penerbangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi terkait keselamatan navigasi dapat disampaikan secara akurat dan tepat waktu.

Informasi tersebut menjadi penting bagi maskapai maupun calon penumpang yang terdampak penutupan sementara kedua bandara.

Dengan kondisi sebaran abu vulkanik yang masih terus dipantau, jadwal operasional bandara dapat kembali disesuaikan berdasarkan perkembangan terbaru di ruang udara.

Karena itu, calon penumpang diimbau memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan pengelola penerbangan sebelum menuju bandara. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
erupsi anak krakatau bandara ditutup halim perdana kusuma bandara soetta