JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Bantuan sosial (bansos) yang tiba-tiba tidak cair bisa membuat keluarga penerima manfaat (KPM) panik. Terlebih, jika penangguhan bantuan terjadi karena data penerima terindikasi memiliki keterkaitan dengan transaksi judi online (judol).
Namun, masyarakat tidak perlu langsung menganggap status tersebut sebagai bukti bahwa penerima bansos bermain judi online. Pemerintah masih memberikan kesempatan bagi KPM yang merasa tidak pernah melakukan aktivitas judol untuk mengajukan klarifikasi.
Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan pemadanan data penerima bansos dengan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Baca Juga: OB Nekat Curi Rp10 Juta di Ruang Kerja Kapolres, Uang Ludes untuk Judi Online
Hasil pemadanan terbaru menunjukkan sebanyak 1.494.652 KPM Program Sembako terindikasi memiliki transaksi terkait judi online.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 794.475 KPM juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Penyaluran bansos terhadap KPM yang masuk dalam daftar indikasi tersebut ditangguhkan sementara untuk menjalani proses penelusuran dan verifikasi.
Terindikasi Judol Bukan Berarti Terbukti
Kemensos menegaskan bahwa masuknya nama KPM dalam daftar terindikasi judi online tidak otomatis berarti yang bersangkutan merupakan pelaku judol.
Pemerintah masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah transaksi yang menjadi dasar indikasi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima bansos atau terdapat kondisi lain, seperti identitas maupun rekening yang digunakan oleh pihak lain.
Baca Juga: ISPU Kotim Tembus 483, Masuk Lima Besar Terburuk se-Indonesia
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos Joko Widiarto sebelumnya menjelaskan, masyarakat yang merasa tidak pernah melakukan judi online dapat menyampaikan klarifikasi.
Dengan mekanisme tersebut, bansos yang ditangguhkan masih berpeluang dipulihkan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan penerima tidak terlibat dalam aktivitas judi online.
Begini Cara Mengajukan Klarifikasi
KPM yang merasa tidak pernah melakukan transaksi judi online dapat mengajukan sanggahan melalui pemerintah desa atau kelurahan.
Proses klarifikasi dilakukan dengan bantuan operator desa melalui SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation).
Penerima perlu menyiapkan dokumen yang dipersyaratkan, termasuk surat pernyataan yang menerangkan bahwa dirinya tidak melakukan aktivitas judi online.
Jika terdapat dugaan identitas atau rekening digunakan orang lain, kondisi tersebut juga perlu dijelaskan dalam klarifikasi.
Surat pernyataan kemudian diketahui kepala desa sebelum diajukan melalui sistem SIKS-NG untuk diproses lebih lanjut.
Baca Juga: Putus Cinta Berujung Ancaman Sebar Video Asusila, Pemuda Ini Terancam Lama Di Penjara
Pengaktifan kembali bansos tidak berlangsung otomatis. Usulan tersebut tetap harus melalui proses pemeriksaan dan persetujuan pemerintah.
Bansos Masih Bisa Diaktifkan Kembali
Jalur klarifikasi disediakan untuk memastikan penerima bansos tidak dirugikan akibat ketidaksesuaian data hasil pemadanan.
Jika hasil pemeriksaan menyatakan KPM tidak terlibat judi online, penerima dapat diusulkan untuk kembali mendapatkan bansos. Namun, keputusan akhir tetap berada pada pemerintah setelah proses verifikasi selesai.
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Perairan Sebungsu, Diduga Akibat Aktivitas Meracun
Sebaliknya, apabila pemeriksaan menemukan penerima memang melakukan aktivitas judi online sesuai kriteria yang ditetapkan, kepesertaan bansos dapat dihentikan atau dinonaktifkan.
Bagi masyarakat yang mendapati bansosnya tidak cair dan menduga hal tersebut berkaitan dengan indikasi judi online, langkah pertama adalah melakukan pengecekan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun Dinas Sosial setempat.
Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa pengaktifan kembali bansos. Jangan memberikan PIN, kode OTP, data perbankan, maupun informasi pribadi kepada pihak yang tidak jelas.
Kemensos memberikan jalur resmi untuk melakukan klarifikasi. Karena itu, KPM yang merasa tidak pernah terlibat judi online dapat menggunakan mekanisme tersebut untuk memastikan kembali status bantuan yang diterimanya.
Baca Juga: 7 C-Drama Terbaru Tayang Agustus 2026, dari Kisah Wuxia hingga Romance Penuh Intrik
Dengan kata lain, bansos yang ditangguhkan karena terindikasi judol belum tentu dicabut secara permanen. Status penerima masih dapat diperiksa melalui proses klarifikasi dan verifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko