Radarsampit.jawapos.com – Akses ziarah ke makam Gus Dur, para masyayikh, dan muassis Pesantren Tebuireng akan dibuka selama 24 jam nonstop selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27–30 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan muktamirin dan nahdliyin dari berbagai daerah yang diperkirakan menyempatkan diri berziarah ke kompleks makam Pesantren Tebuireng, Jombang.
Pengasuh Pondok Putri Tebuireng, KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi, mengatakan hampir seluruh muktamirin maupun rombongan nahdliyin yang datang ke Jombang diperkirakan akan berziarah ke makam para pendiri NU.
“Hampir dipastikan para muktamirin, baik yang resmi maupun rombongan, akan berziarah ke makam para pendiri, terutama Hadratussyekh KH Hasyim,” ujar Gus Fahmi.
Menurut Gus Fahmi, akses ziarah dibuka sepanjang waktu agar para peziarah dapat datang secara bergantian. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko penumpukan di kompleks makam.
“Moga-moga tidak ada perubahan, sehingga 24 jam itu para peziarah bisa datang silih berganti. Nah, agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.
Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng, KH Achmad Roziqi, mengatakan pembukaan akses makam menjadi salah satu bentuk dukungan pesantren terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
“Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng,” ujarnya.
Pengelola Pesantren Tebuireng tetap menyiapkan pengaturan arus kedatangan peziarah meski akses makam dibuka selama 24 jam.
Akses menuju kompleks makam kemungkinan akan diarahkan melalui pintu belakang. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan peziarah sekaligus menjaga agar aktivitas warga serta kegiatan santri tetap berjalan.
“Tentu nanti akan ditata lebih detail terkait masuknya lewat mana dan seterusnya. Kemungkinan masuknya tetap lewat belakang,” jelas Achmad Roziqi.
Selain pengaturan akses, pihak pesantren juga menyiagakan petugas keamanan selama 24 jam. Para petugas akan berjaga secara bergantian untuk mengatur arus peziarah dan memastikan kegiatan ziarah berlangsung tertib.
“Di antaranya nanti akan kami kerahkan sekuriti yang akan 24 jam bergantian untuk menjaga kelancaran para peziarah yang hadir di Tebuireng,” pungkasnya.(jpg)
Editor : Slamet Harmoko