Dilarang Dibawa Pulang, BGN Minta Guru Ikut Makan MBG Bareng Murid

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:03 WIB
Para peserta didik menyantap porsi MBG yang telah disediakan, di salah satu SD di Kecamatan Mihing Raya, Kamis (30/4).  (Humas Polres Gunung Mas)
Para peserta didik menyantap porsi MBG yang telah disediakan, di salah satu SD di Kecamatan Mihing Raya, Kamis (30/4).  (Humas Polres Gunung Mas)

Radarsampit.jawapos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan para guru untuk ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama siswa di sekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan sekaligus menjadikan kegiatan makan sebagai bagian dari edukasi bagi peserta didik.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, keterlibatan guru tidak sekadar mendampingi siswa saat menerima makanan MBG. Guru juga memiliki peran penting dalam mengawasi kelayakan makanan sebelum dikonsumsi para siswa.

Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Wisata Air Hitam Sebangau Sepi, Omzet Pedagang Anjlok

“BGN menginstruksikan Bapak/Ibu Guru ikut menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa di sekolah. Ruang kelas harus menjadi ajang edukasi adab, kedisiplinan antre, dan kebersihan,” kata Sudaryono melalui akun Instagram @sudaru_sudaryono, Senin (10/8).

Menurutnya, guru juga menjadi pihak yang dapat melakukan pemeriksaan awal terhadap makanan yang akan dikonsumsi siswa. Jika ditemukan makanan yang dinilai tidak layak, makanan tersebut harus dihentikan pemberiannya.

“Lebih dari itu, guru adalah penguji organoleptik terakhir. Jika makanan dirasa tidak layak, wajib hukumnya tidak dibagikan ke siswa,” tegasnya.

BGN juga menyiapkan aturan baru untuk memperketat keamanan pangan MBG. Mulai pekan depan, setiap ompreng makanan akan dilengkapi label yang mencantumkan batas waktu makanan tersebut boleh dikonsumsi.

Baca Juga: Terus Bertambah, Sudah 18 Lokasi Karhutla di Kotim Dipasangi Police Line

Sudaryono menegaskan, makanan yang telah melewati batas waktu konsumsi tidak boleh lagi diberikan kepada siswa.

“Jika waktu sudah terlewat, makanan haram untuk dikonsumsi, ini tahap awal mencegah keracunan,” ujarnya.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kesehatan akibat makanan yang dikonsumsi setelah melewati batas aman.

Sudaryono juga menyoroti kebiasaan sebagian siswa yang tidak mengonsumsi lauk seperti telur atau ayam karena ingin membawanya pulang untuk diberikan kepada keluarga.

Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak diperbolehkan dalam petunjuk teknis keamanan pangan MBG. Makanan yang telah dibagikan di sekolah harus dikonsumsi sesuai waktu yang telah ditentukan dan tidak dibawa pulang.

“Banyak anak-anak kita yang saking baik hatinya, rela tidak memakan lauk telur atau ayam demi dibungkus dan dibawa pulang. Namun, sesuai petunjuk teknis keamanan pangan, makanan MBG dilarang dibawa pulang karena rentan menurun kualitas gizinya. Bahkan, amit-amit, bisa memicu keracunan,” tegasnya.

Baca Juga: Mesin Pom Mini Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Parah

Ia meminta guru turut memberikan pemahaman kepada orang tua siswa mengenai pentingnya menjaga keamanan makanan MBG, termasuk risiko mengonsumsi makanan yang telah melewati batas waktu.

“Saya minta guru berikan edukasi kepada orang tuanya mengenai bahaya mengonsumsi makanan yang sudah lewat batas waktu. Niat yang baik harus dibarengi dengan prosedur keselamatan yang benar,” pungkasnya. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
Guru Makan MBG murid Mbg BGN