Respons Pernyataan Prabowo, Iran Bantah Ingin Miliki Senjata Nuklir

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 17:19 WIB
Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File).
Kekhawatiran seputar program nuklir Iran telah meningkat setelah pengumuman Energi Atom internasional PBB minggu lalu. (Organisasi Energi Atom Iran melalui AP, File).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Melalui akun resmi X, Kedubes Iran menegaskan bahwa negaranya tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak memiliki rencana untuk mengembangkannya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo menyinggung meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang dinilai berpotensi memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan apabila semakin banyak negara merasa perlu memiliki kemampuan serupa.

"The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," tulis Kedutaan Besar Iran di Indonesia melalui akun resminya.

Program Nuklir Diklaim untuk Tujuan Damai

Selain memberikan klarifikasi, Kedubes Iran juga mengunggah penjelasan mengenai program nuklir negaranya bertajuk "Transparan, Damai, Sesuai Hukum Internasional."

Dalam penjelasan tersebut disebutkan bahwa program nuklir Iran dijalankan berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) dan ditujukan semata-mata untuk kepentingan damai.

Menurut Iran, pemanfaatan teknologi nuklir dilakukan untuk sektor energi, kesehatan, dan penelitian serta tetap mengikuti ketentuan hukum internasional.

Kedubes Iran juga menegaskan seluruh aktivitas nuklir negaranya berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

"Berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menerapkan salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia. Tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir," demikian keterangan yang disampaikan.

Iran juga menyebut kepemilikan senjata nuklir bertentangan dengan prinsip pertahanannya.

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa fatwa Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran mengharamkan senjata nuklir sehingga senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan negara tersebut.

Sebagai penegasan, Kedubes Iran kembali menyatakan seluruh program nuklir dijalankan secara terbuka dan sesuai hukum internasional.

Berawal dari Pernyataan Prabowo

Respons Kedubes Iran muncul setelah Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai situasi keamanan global saat bertemu pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari 38 provinsi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat memicu perlombaan senjata nuklir apabila negara-negara di kawasan merasa perlu memiliki kemampuan yang sama.

"Tiap sore, tiap malam dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi," ujar Prabowo.

Presiden kemudian menyinggung kekhawatiran yang berkembang di tingkat internasional terkait isu kepemilikan senjata nuklir oleh Iran serta kemungkinan negara lain mengikuti langkah serupa.

"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat (UEA) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir," katanya.

Pidato tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah siaran langsung acara mendadak terputus sesaat usai Presiden membahas isu nuklir.

Tayangan yang sebelumnya disiarkan secara langsung tiba-tiba beralih ke iklan sebelum akhirnya berhenti, sehingga memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
nuklir iran iran Prabowo Subianto