Audit BGN Ungkap Anomali 414 Dapur MBG, Dana Rp311 Miliar Ditarik Kembali

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:29 WIB
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa/jawa pos)
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa/jawa pos)

Radarsampit.jawapos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan anomali dalam penyaluran anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebanyak 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diketahui menerima transfer dana, meski sebagian unit dapur belum beroperasi, belum berdiri, atau memiliki rekening ganda. Atas temuan tersebut, BGN telah mengembalikan dana senilai Rp311,2 miliar ke kas negara.

Temuan itu diungkapkan Kepala BGN Sudaryono saat konferensi pers di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, anomali terungkap setelah BGN melakukan pemeriksaan terhadap ribuan rekening virtual account milik SPPG di seluruh Indonesia.

Baca Juga: BGN Hormati Putusan MK, Pastikan Program MBG Tetap Berjalan dan Fokus ke Daerah Stunting Tinggi

"Dalam proses pemeriksaan, setelah kami periksa semua ribuan-ribuan rekening ini, kami menemukan semacam anomali," kata Sudaryono.

Ia menjelaskan, hasil verifikasi lapangan menunjukkan terdapat 414 SPPG yang memiliki persoalan administrasi, mulai dari rekening ganda hingga dapur yang belum beroperasi atau bahkan belum ada secara fisik.

"Setelah kami verifikasi satu per satu, kami menemukan adanya 414 SPPG atau dapur yang rekeningnya itu either ganda atau dapurnya belum ada maupun belum beroperasi," ujarnya.

Menurut Sudaryono, dana operasional sebelumnya telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing SPPG melalui mekanisme virtual account. Namun, penyisiran data menemukan adanya ketidaksesuaian antara rekening penerima dengan kondisi riil di lapangan.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Merembet, Tidak Hanya Pelajar SMPN 1, Tapi Juga Menyerang SMAN 1 Kuala Pembuang

Merespons temuan tersebut, BGN segera menarik kembali seluruh dana yang telah terlanjur ditransfer dan mengembalikannya ke kas negara guna mencegah potensi kerugian negara.

"Totalnya Rp311,2 miliar kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran yang kami temukan sampai dengan saat ini dari 414 SPPG," tegasnya.

Sudaryono merinci, pengembalian dana dilakukan melalui lima bank mitra penyalur. Melalui Bank BRI dikembalikan dana dari 121 SPPG senilai Rp137,5 miliar, Bank BNI dari 117 SPPG sebesar Rp74 miliar, Bank Mandiri dari 129 SPPG sebesar Rp71,6 miliar, Bank Syariah Indonesia (BSI) dari 19 SPPG sebesar Rp12,9 miliar, serta Bank BTN dari 28 SPPG sebesar Rp15,3 miliar.

Ia menegaskan, penyisiran terhadap rekening dan data SPPG di seluruh Indonesia akan terus dilakukan untuk memastikan anggaran Program MBG disalurkan secara tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai kondisi riil di lapangan.

Selain mengamankan keuangan negara, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya berjalan transparan dan efektif sesuai tujuan pemerintah. (jpg)

 
 
 
Editor : Slamet Harmoko
Sudaryono Dapur MBG Fiktif Mbg BGN