OJK Perkuat Literasi Keuangan di Sekolah, Guru Disiapkan Jadi Agen Edukasi

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 21:14 WIB
Ilustrasi literasi keuangan. (Micheile Henderson/Unsplash)
Ilustrasi literasi keuangan. (Micheile Henderson/Unsplash)

 

Radarsampit.jawapos.com - Siswa SMA sudah tergolong remaja. Gaya hidup mereka sebagai generasi muda di kota besar cukup konsumtif. Habit seperti itu jika tidak dibekali dengan literasi keuangan dengan baik, maka bisa berbahaya terhadap masa depan mereka. 

Membekali generasi muda usia SMA terhadap literasi keuangan dapat dilakukan dari sekolah. Untuk itu, gurunya pun harus paham dulu bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik dan bijak. Apalagi di Kurikulum Merdeka menempatkan literasi keuangan menjadi salah satu pembelajaran ekonomi di tingkat SMA. Kurikulum itu tidak hanya untuk dipahami secara konsep tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halimatus Sa’diyah mengatakan, peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan sejak dini dan berkelanjutan. Salah satu yang berperan penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada generasi muda adalah guru.

Baca Juga: Permintaan Kredit Melejit 93 Persen, Bank Malah Perketat Pinjaman

"Kami berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman keuangan yang baik sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan," ujar Halimatus Sa’diyah di Jakarta pada Rabu (22/7).

Menurut Halimatus Sa’diyah, peran guru dalam menyampaikan materi pengelolaan keuangan menjadi semakin penting. Terlebih, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Kuangan (SNLIK) di OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan kelompok usia 15-17 tahun baru mencapai 51,68 persen. Indeks tersebut masih berada di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46 persen.

Kebutuhan pembelajaran literasi keuangan itu dapat melibatkan lembaga keuangan, seperti PT FWD Insurance Indonesia ("FWD Insurance"). Perusahaan asuransi itu program FWD Financial Literacy for Educators. Dalam program itu FWD membekali para guru tentang literasi keuangan dan kebiasaan finansial yang sehat kepada generasi muda.

Baca Juga: Eks Golden Sampit Masih Rawan Narkoba, BNNK Kotim Dorong Pos Terpadu Segera Dibentuk

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F. Manik mengatakan, pihaknya percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan.

Selain itu, guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan hidup generasi muda, termasuk dalam membangun pemahaman literasi keuangan sejak dini. Melalui pembelajaran di sekolah, guru tidak hanya membantu siswa memahami konsep ekonomi, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal menghadapi masa depan.

"Kami berupaya memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan dengan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa," ujar Rudy.

Baca Juga: Keren! Stand Disdik Palangka Raya Raih Juara I di Palangka Raya Fair 2026

Dalam pelaksanaannya, program FWD Financial Literacy for Educators melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta. Program itu berlangsung dari bulan Februari hingga Juni 2026. Harapannya dari program tersebut dapat menjangkau sekitar 2.700 siswa untuk memahami literasi keuangan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Joko Arwanto mengatakan, kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta, khususnya untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan sekolah.

"Kehadiran program seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dapat saling melengkapi dalam memperkuat kapasitas guru, sehingga literasi keuangan dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada para siswa," tukas Joko. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
sekolah literasi pelajar ojk keuangan