RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM – SMA Taruna Nusantara (TN) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah alumninya menempati posisi penting di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, beberapa menteri hingga kepala lembaga strategis dalam Kabinet Merah Putih merupakan lulusan sekolah unggulan yang berdiri di Magelang, Jawa Tengah, tersebut.
Berdasarkan catatan yang dihimpun, setidaknya terdapat sejumlah alumni SMA Taruna Nusantara yang kini menduduki jabatan strategis di kabinet.
Mereka di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang baru saja dilantik Presiden Prabowo.
AHY merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan V tahun 1997. Selain menjabat menteri koordinator, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu juga memimpin Partai Demokrat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono merupakan rekan satu angkatan AHY di SMA Taruna Nusantara. Selain dipercaya memimpin diplomasi Indonesia, Sugiono juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.
Adapun Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merupakan alumnus angkatan VI. Sedangkan Sudaryono, yang kini memimpin Badan Gizi Nasional, merupakan lulusan angkatan XI dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Keberadaan para alumni SMA Taruna Nusantara di lingkaran pemerintahan dinilai menunjukkan kontribusi sekolah tersebut dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu berkiprah di berbagai bidang, tidak hanya militer tetapi juga pemerintahan dan politik.
Selain di kabinet, alumni SMA Taruna Nusantara juga banyak mengisi posisi penting di TNI, Polri, BUMN, hingga lembaga negara. Beberapa di antaranya adalah Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha.
Nama lain yang cukup dikenal publik adalah Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya yang merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan XV dan dikenal dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.
Berawal dari Gagasan LB Moerdani
SMA Taruna Nusantara berdiri pada 1990 sebagai sekolah berasrama yang dirancang untuk menyiapkan calon pemimpin bangsa. Gagasan pendiriannya pertama kali dicetuskan oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal Leonardus Benyamin (LB) Moerdani, pada 1985.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja sama antara TNI dan Perguruan Taman Siswa yang melahirkan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN). Sekolah ini resmi diresmikan oleh Panglima ABRI Jenderal Try Sutrisno pada 1990.
Awalnya, SMA Taruna Nusantara hanya menerima siswa laki-laki. Namun sejak 1996, sekolah mulai membuka kesempatan bagi siswa perempuan untuk menempuh pendidikan di sana.
Pada masa awal berdiri, seluruh siswa mendapatkan beasiswa penuh. Namun kebijakan itu berubah setelah krisis ekonomi dan perubahan politik pada akhir 1990-an. Kini beasiswa penuh diberikan secara selektif kepada siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Meski mengalami berbagai perubahan, SMA Taruna Nusantara tetap mempertahankan reputasinya sebagai salah satu sekolah unggulan nasional. Hal itu tercermin dari banyaknya alumni yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan, militer, dunia usaha, hingga lembaga negara. (*)
Editor : Slamet Harmoko