Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Usai Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Terlihat Lebih Langsing dari Sebelumnya

Slamet Harmoko • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:19 WIB
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/6). (JAWAPOS.COM)
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/6). (JAWAPOS.COM)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com  – Penampilan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, mencuri perhatian usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/6).

Selain memberikan keterangan terkait dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024, Dito juga menjadi sorotan karena tampil jauh lebih langsing dibandingkan sebelumnya.

Dito mengungkapkan bahwa perubahan fisiknya merupakan hasil dari pola hidup sehat yang dijalankannya secara disiplin. Ia membatasi asupan makanan setiap hari dan rutin berolahraga.

"Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasi maksimal 800–1.000 kalori per hari, olahraga tiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya asupan gizi dan nahan lapar," ujarnya kepada wartawan usai pemeriksaan.

Ia mengaku berhasil menurunkan berat badan hingga 40 kilogram. Menurut Dito, sebelumnya berat badannya sempat naik hampir 50 kilogram dalam kurun waktu 2020 hingga 2023.

"Sejauh ini turun 40 kilogram. Saya kan naik berat badan 2020–2023 hampir 50 kilogram," katanya.

Selain membahas perubahan penampilannya, Dito juga menjelaskan materi pemeriksaan yang dijalaninya di KPK. Ia mengatakan pemeriksaan kali ini berkaitan dengan surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) baru dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023–2024.

"Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru," ungkapnya.

Menurut Dito, materi pemeriksaan tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya pada Januari lalu. Penyidik kembali mendalami mekanisme pemberian kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.

"Lebih karena waktu itu saya ada di Arab Saudi saat pertemuan dengan MBS. Kebetulan mertua juga terkait dengan asosiasi, jadi lebih digali ke situ," jelasnya.

Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan masih terus didalami KPK. Sejumlah pihak yang dianggap mengetahui proses penambahan kuota haji dari Pemerintah Arab Saudi telah dimintai keterangan untuk melengkapi proses penyidikan. (jpg)

 
 
Editor : Slamet Harmoko
#Mantan menpora #kpk #korupsi haji #dito ariotedjo