PALU, radarsampit.jawapos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) siang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah.
Longsor dilaporkan terjadi di kawasan pegunungan Kabupaten Sigi, sementara sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 11.27 WITA dengan episentrum berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala hingga Parigi Moutong.
Dampak kerusakan mulai bermunculan melalui berbagai video yang beredar di media sosial. Salah satu rekaman memperlihatkan longsoran tanah dan batu dari kawasan perbukitan di Desa Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yang terjadi sesaat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Selain longsor, sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Dalam video yang direkam warga, terlihat beberapa bangunan mengalami retakan pada dinding, bahkan sebagian roboh akibat tidak mampu menahan getaran gempa.
"Hari ini gempa di Noki, lumayan kuat. Gunung longsor. Banyak rumah warga yang rusak," ujar seorang warga dalam rekaman video yang beredar.
Hingga Selasa sore, pemerintah daerah bersama tim gabungan masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi. Belum diketahui secara pasti jumlah rumah terdampak maupun nilai kerugian akibat bencana tersebut.
Tak hanya permukiman, gempa juga berdampak terhadap infrastruktur transportasi. Berdasarkan informasi yang beredar, akses jalan menuju Dataran Tinggi Napu dilaporkan terputus setelah sebagian badan jalan amblas akibat guncangan.
Dalam sebuah video yang direkam warga, terlihat kondisi jalan yang rusak parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
"Tidak ada akses jalan ke Napu. Putus," ujar warga yang merekam kondisi lokasi.
Jika kondisi tersebut terkonfirmasi secara resmi, putusnya akses jalan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik menuju wilayah Napu yang berada di Kabupaten Poso.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri dan instansi terkait terus melakukan asesmen lapangan guna memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Tim gabungan masih terus bekerja melakukan pendataan dan penanganan awal guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan pascagempa. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko