Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat transformasi sistem perparkiran melalui digitalisasi pembayaran parkir berbasis nontunai. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 926 juru parkir (jukir) telah terintegrasi dalam sistem parkir digital, meningkat signifikan dibanding sebelumnya yang berjumlah 819 petugas.
Tak hanya memperluas penggunaan pembayaran digital, Pemkot Surabaya juga meluncurkan inovasi baru dengan memasang foto dan identitas jukir resmi pada rambu-rambu parkir digital. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi layanan sekaligus memudahkan masyarakat mengawasi praktik parkir di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan bahwa digitalisasi parkir bukan sekadar perubahan metode pembayaran dari tunai ke nontunai, tetapi juga bagian dari reformasi tata kelola pelayanan publik.
Baca Juga: Gantikan I Putu Murdiana, Hensah Nahkodai Ditjenpas Kalteng
"Semakin luas penerapan parkir digital, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Selain mempermudah transaksi, sistem ini juga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir di lapangan," ujar Trio.
Foto Jukir Dipasang untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik
Menurut Trio, pemasangan foto dan identitas petugas pada rambu parkir digital menjadi salah satu upaya memperkuat pengawasan berbasis partisipasi masyarakat.
Dengan adanya identitas resmi yang terpampang di lokasi parkir, warga dapat memastikan bahwa petugas yang melayani benar-benar terdaftar dalam sistem resmi Dishub Surabaya.
"Melalui pemasangan foto ini, masyarakat bisa lebih mudah mengenali petugas parkir yang bertugas. Ini menjadi salah satu bentuk keterbukaan layanan sekaligus upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem parkir digital yang sedang kami kembangkan," jelasnya.
Baca Juga: Warga Palangka Raya Geger, Biawak Sembunyi di Kamar Mandi Rumah
Untuk mendukung program tersebut, Dishub Surabaya menerjunkan tim khusus guna melakukan pendataan dan pemotretan petugas parkir di seluruh wilayah kota, mulai Surabaya Timur, Utara, Pusat, Selatan hingga Barat.
Parkir Digital Diperluas ke Jalan-Jalan Strategis
Selain meningkatkan pengawasan, Pemkot Surabaya juga memperluas penerapan parkir digital ke sejumlah ruas jalan dengan tingkat aktivitas masyarakat yang tinggi.
Setelah sebelumnya diterapkan di kawasan Bratang, Nginden, Klampis, Rungkut, Bukit Darmo Boulevard dan Karang Menjangan, kini layanan parkir digital mulai hadir di Jalan Stasiun Kota, Perak Timur, Perak Barat, serta Tambak Bening.
Baca Juga: Gubernur Kalteng Dorong Desa Berinovasi untuk Percepat Pembangunan Daerah
Perluasan ini memungkinkan semakin banyak warga menggunakan metode pembayaran nontunai seperti QRIS, uang elektronik, maupun voucher parkir resmi yang telah disediakan pemerintah.
Tantangan Terbesar Masih Perubahan Kebiasaan Masyarakat
Meski perkembangan parkir digital terus menunjukkan tren positif, Dishub Surabaya mengakui tantangan terbesar masih terletak pada perubahan kebiasaan masyarakat yang selama bertahun-tahun terbiasa melakukan pembayaran parkir secara tunai.
Karena itu, edukasi kepada petugas parkir maupun pengguna jasa terus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin familiar dengan transaksi digital.
Baca Juga: Mahasiswa Diajak Jadi Mitra Pembangunan, DPRD Kalteng Tekankan Peran Generasi Muda
"Kami mendorong petugas untuk aktif memberikan informasi kepada pengguna jasa parkir mengenai mekanisme pembayaran digital. Semakin sering masyarakat menggunakan transaksi nontunai, semakin cepat proses adaptasi terhadap sistem ini," kata Trio.
Warga Diminta Selalu Minta Bukti Pembayaran
Dishub Surabaya juga mengimbau masyarakat agar selalu meminta bukti pembayaran setiap kali melakukan transaksi parkir digital.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh transaksi tercatat dalam sistem serta menjadi bagian dari pengawasan bersama terhadap pengelolaan parkir di Kota Surabaya.
Baca Juga: DPRD Palangka Raya Optimalkan Sosialisasi Perda untuk Dukung Peningkatan PAD
Dengan jumlah jukir digital yang kini mendekati seribu orang dan cakupan layanan yang terus diperluas, Pemkot Surabaya menargetkan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, modern, sekaligus mampu menekan potensi kebocoran pendapatan daerah dari sektor perparkiran.
Kata kunci SEO: parkir digital Surabaya, QRIS parkir Surabaya, jukir digital Surabaya, parkir non tunai Surabaya, Dishub Surabaya, foto jukir resmi, pembayaran parkir QRIS, parkir elektronik Surabaya, transparansi parkir Surabaya. (jpg)
Editor : Farid Mahliyannor