PADANG, radarsampit.jawapos.com – Dua warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat diduga terkena peluru nyasar di kawasan kampus Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6) sekitar pukul 17.05 WIB.
Korban terdiri dari seorang mahasiswi Jurusan Sosiologi UNP dan seorang warga sipil yang merupakan keluarga mahasiswa. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, pihak TNI saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kejadian.
"Memang benar ada kejadian ataupun insiden pada dua saudara kita yang diduga terkena peluru nyasar," ujarnya.
Taufiq menjelaskan, pada saat kejadian satuan Yonif TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan. Namun hingga kini belum dapat dipastikan apakah proyektil yang mengenai korban berasal dari kegiatan latihan tersebut.
"Saat ini pihak TNI masih mengumpulkan informasi termasuk melakukan investigasi terkait kejadian itu," katanya.
Pasca kejadian, kedua korban sempat mendapat perawatan di salah satu rumah sakit swasta sebelum dirujuk ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil.
Sementara itu, Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, juga membenarkan adanya mahasiswa yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
Menurutnya, peristiwa terjadi di sekitar kawasan rektorat kampus ketika sejumlah mahasiswa sedang berkumpul usai merayakan hasil seminar proposal.
"Memang ada mahasiswa UNP yang diduga terkena peluru nyasar," ujarnya.
Mahasiswi tersebut dilaporkan mengalami luka pada bagian paha atau kaki. Selain itu, seorang warga yang berada di lingkungan kampus juga mengalami luka akibat dugaan peluru nyasar.
"Satu lagi keluarga mahasiswa yang sedang berada di kampus," terang Erianjoni.
Pihak kampus saat ini terus mendampingi korban selama menjalani perawatan medis dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Hingga kini, investigasi masih berlangsung untuk memastikan asal proyektil yang mengenai kedua korban serta memastikan tidak ada risiko lanjutan di lokasi kejadian. (*/jpg)
Editor : Slamet Harmoko