PEKANBARU, radarsampit.jawapos.com – Kasus narkotika yang menyeret anak seorang bupati di Riau berinisial FA memicu polemik di tengah masyarakat.
Pasalnya, meski hasil tes urine menyatakan positif ganja, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru menyebut FA bukan pengguna aktif, melainkan hanya terpapar asap ganja di toilet tempat hiburan malam (THM).
Penjelasan tersebut langsung menuai sorotan publik dan memancing perdebatan di media sosial.
Banyak netizen mempertanyakan bagaimana seseorang bisa dinyatakan positif ganja hanya karena menghirup asap di ruangan tertutup.
Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Wawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dua tersangka lain yang diamankan dalam operasi tersebut, FA berada di toilet saat ganja sedang dikonsumsi.
“Inisial AF, ya. Positif etomidate dan ganja. Tetapi untuk ganja, dia tidak menggunakan secara langsung. Dua tersangka lain mengakui mereka mengisap ganja di dalam toilet sebelum AF masuk,” ujarnya, Rabu (27/5).
Menurut Wawan, pihaknya bahkan telah mengonfirmasi kemungkinan tersebut kepada dokter. Hasilnya, paparan asap ganja disebut bisa menyebabkan seseorang ikut positif saat dilakukan tes urine.
“Saya tanya ke dokter apakah bisa positif karena menghirup asap? Ternyata bisa,” katanya.
BNN menyebut FA tidak terlibat jaringan peredaran narkotika dan tidak ditemukan bukti sebagai pengguna aktif. Karena itu, hasil asesmen memutuskan FA hanya menjalani rehabilitasi rawat jalan sebanyak empat kali di BNN Kota Pekanbaru.
Selain FA, seorang selebgram berinisial SA juga diamankan dalam operasi tersebut. Berdasarkan hasil asesmen, SA dinyatakan positif ganja, etomidate, dan alkohol.
Sementara dua orang lainnya, yakni FTR dan MAY, ditetapkan memiliki peran berbeda. Dari tangan FTR, polisi menyita ganja kering seberat 9,8 gram dan empat cartridge sehingga kasusnya naik ke tahap penyidikan pidana.
Sedangkan MAY yang kedapatan membawa 1,2 gram ganja dikategorikan sebagai pengguna berat dan diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat inap selama tiga bulan.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Artha menyebut total ada 13 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Namun sebagian besar hanya berstatus pengguna ringan dan tidak terkait jaringan narkotika.
Kasus ini menjadi perhatian luas lantaran melibatkan anak pejabat daerah. Penjelasan BNN soal “positif karena hirup asap ganja” pun kini ramai diperdebatkan publik di berbagai platform media sosial. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko