BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan akan bertanggung jawab penuh atas korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, yang terjadi pada Senin malam (27/4/2026).
Vice President KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa seluruh kebutuhan korban akan ditanggung, mulai dari biaya pengobatan hingga asuransi dan keperluan lainnya.
“Semua pasti akan kami siapkan. KAI pasti akan bertanggung jawab dari sisi penyembuhan, asuransi, dan yang lainnya,” ujarnya dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Selasa dini hari (28/4).
Dalam keterangannya, KAI juga mengungkapkan bahwa sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil selamat dan telah dievakuasi. Sementara itu, 38 penumpang KRL Commuter Line turut dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi.
“Sebanyak 38 penumpang KRL sudah kami evakuasi dan dirujuk ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD Bekasi dan Primaya Hospital Bekasi, serta beberapa fasilitas kesehatan lainnya,” jelas Anne.
KAI juga membuka posko pengaduan bagi keluarga korban yang belum mendapatkan informasi. Selain itu, masyarakat dapat menghubungi pusat layanan KAI melalui call center 121 untuk memperoleh perkembangan terbaru.
Perusahaan menegaskan bahwa seluruh upaya saat ini difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak kereta, serta penanganan korban dengan mengutamakan keselamatan.
Insiden tabrakan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek ini masih dalam tahap investigasi. KAI berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi seiring perkembangan penanganan di lapangan. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko