Kolaborasi Indonesia–Jepang! Orangutan Dijodohkan demi Selamatkan Spesies Langka

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Sabtu, 4 April 2026 | 20:38 WIB
Ilustrasi Orang Utan
Ilustrasi Orang Utan

Radarsampit.jawapos.com – Upaya pelestarian orangutan terus dilakukan melalui kerja sama internasional. Salah satu kebun binatang di Jepang bagian barat, Tobe Zoological Park, menjalin kolaborasi dengan Indonesia untuk mengembangbiakkan orangutan yang kini berstatus terancam punah.

Program konservasi ini dilakukan dengan menjodohkan Hayato, orangutan Kalimantan jantan berusia 15 tahun, dengan seekor betina yang didatangkan dari Indonesia. Hayato sendiri saat ini telah memasuki usia reproduktif, sehingga menjadi momen penting untuk mendukung upaya pengembangbiakan.

Namun, keterbatasan jumlah orangutan di Jepang menjadi kendala tersendiri. Spesies ini masuk dalam kategori sangat terancam punah dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature, sehingga pencarian pasangan yang tepat tidak mudah.

Kerja sama ini bermula pada 2018, saat Taman Safari Indonesia mengusulkan proyek konservasi bersama. Usulan tersebut mendapat respons positif, mengingat pihak kebun binatang Jepang sebelumnya berhasil mengembangbiakkan orangutan Sumatra.

Kolaborasi semakin konkret setelah Pemerintah Prefektur Ehime dan Indonesia menandatangani perjanjian konservasi satwa liar pada 2024. Kemudian, pada April 2025, kedua pihak juga menyepakati perjanjian peminjaman satwa untuk tujuan pembiakan.

Sebagai tindak lanjut, seekor orangutan Kalimantan betina bernama Jennifer didatangkan ke Jepang pada Desember 2025. Kehadiran Jennifer melengkapi koleksi orangutan di Tobe Zoological Park menjadi tiga individu, termasuk satu orangutan Sumatra.

Jennifer yang juga berusia 15 tahun mulai diperkenalkan kepada publik sejak Maret 2026 dan langsung menarik perhatian pengunjung. Orangutan Kalimantan diketahui umumnya memasuki usia reproduktif antara 12 hingga 15 tahun.

“Jennifer cerdas, jinak, dan sangat menyukai makanan, terutama jeruk dari Prefektur Ehime,” ujar perawat satwa, Eriko Inoue.

Ia berharap proses penjodohan antara Jennifer dan Hayato dapat berjalan lancar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi orangutan di alam liar.

Kini, setelah lebih dari tiga bulan berada di Jepang, publik menantikan keberhasilan pasangan tersebut dalam program konservasi yang diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian orangutan di masa depan. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
pelestarian orangutan Orangutan jepang