Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, RI Bakal Impor 100 Ribu Sapi dari Brasil

Farid Mahliyannor • Kamis, 5 Maret 2026 | 21:04 WIB

ILUSTRASI: Agar ibadah kurban sah dan bernilai ibadah maksimal, pemilihan sapi tidak bisa dilakukan sembarangan. (IST)
ILUSTRASI: Agar ibadah kurban sah dan bernilai ibadah maksimal, pemilihan sapi tidak bisa dilakukan sembarangan. (IST)

Radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengonfirmasi rencana besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menyatakan bahwa Indonesia akan mengimpor sebanyak 50.000 hingga 100.000 ekor sapi asal Brasil guna memenuhi kebutuhan daging dan susu di dalam negeri.

"Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor. Langkah ini diambil untuk meningkatkan produksi daging nasional sekaligus memperkuat pasokan lokal," ujar Amran saat meninjau Gudang Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Rabu (4/3/2026).

Pembangunan Megaproyek Peternakan di Probolinggo dan Indramayu

Tak hanya sekadar impor, pemerintah juga tengah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa dua peternakan sapi skala besar. Proyek ini akan didanai oleh Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Satu titik peternakan diperkirakan menelan biaya investasi hingga Rp 2,4 triliun dengan kapasitas daya tampung mencapai 67.000 ekor sapi.

Adapun lokasi yang dipilih adalah Probolinggo, Jawa Timur dan Indramayu, Jawa Barat. Amran menegaskan bahwa pada tahap awal, fokus pembangunan akan diarahkan pada produksi susu (sapi perah).

Sinkronisasi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pembangunan peternakan terintegrasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain sapi, pemerintah juga berencana membangun pabrik pakan hingga peternakan ayam untuk produksi day old chick (DOC).

Rencananya, pabrik pakan ayam akan dibangun di 30 titik secara bertahap, dengan rincian 12 titik pada tahap pertama dan 18 titik pada tahap kedua.

Baca Juga: Polres Kotim Intensifkan Penyelidikan Sejumlah Kasus yang Belum Terungkap

Langkah komprehensif dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat menekan harga pangan dan menjamin ketersediaan gizi bagi masyarakat secara berkelanjutan. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
#sapi #Dukung MBG #impor #kementan