Radarsampit.jawapos.com – Warga Dusun Pasirian, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, digegerkan dengan penemuan mayat bayi laki-laki di area pemakaman umum, Senin (22/12). Kondisi jasad bayi tersebut ditemukan tidak utuh dan terkubur di lokasi pemakaman.
Kapolsek Sumberbaru, Iptu Agus Senja Afandi, mengatakan penemuan bermula dari kecurigaan warga yang melihat adanya ceceran darah di sekitar makam. Setelah dilakukan pengecekan, warga menemukan jasad bayi yang kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.
“Warga menemukan bayi laki-laki yang terkubur di area pemakaman. Kondisinya sudah tidak utuh,” ujar Iptu Agus.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Sumberbaru bersama Unit Satreskrim dan Tim Resmob Barat Polres Jember langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Penemuan jasad bayi itu pun sempat ramai diperbincangkan warga dan viral di media sosial.
“Unit Satreskrim Polsek bersama Tim Resmob Barat Polres Jember langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan lanjutan,” kata Agus.
Polisi kemudian melakukan penelusuran untuk mengungkap pelaku, termasuk mengidentifikasi ibu kandung bayi tersebut. Tim Inafis Polres Jember juga diterjunkan untuk melakukan olah TKP secara mendalam.
Tak berselang lama, petugas berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial Rohmah (19), yang diketahui merupakan ibu kandung bayi tersebut. Rohmah tinggal tidak jauh dari lokasi pemakaman tempat jasad bayi ditemukan.
“Saat didatangi di rumahnya, yang bersangkutan dalam kondisi lemah dan diduga baru saja melahirkan,” jelas Agus.
Rohmah kemudian dibawa dan mendapatkan perawatan di Puskesmas Sumberbaru. Dalam pemeriksaan awal, Rohmah mengakui perbuatannya dilakukan seorang diri tanpa bantuan pihak lain.
Kasus dugaan pembunuhan bayi tersebut selanjutnya dilimpahkan ke Polres Jember untuk penanganan lebih lanjut. Selama menjalani perawatan medis, Rohmah mendapat pengawasan ketat dari petugas kepolisian.
“Saat ini kami fokus pada pemulihan kondisi kesehatan pelaku pasca melahirkan. Pemeriksaan kejiwaan juga akan dilakukan untuk mendalami motif perbuatannya,” pungkas Iptu Agus. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko