Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Hilirisasi Digenjot, 18 Proyek Disiapkan dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja Menanti

Gunawan. • Kamis, 11 Desember 2025 | 21:21 WIB
ANTUSIAS: Warga tampak memadati stan Job Fair Disnakertrans Kotim di Taman Kotim Sampit, Minggu (7/12).
ANTUSIAS: Warga tampak memadati stan Job Fair Disnakertrans Kotim di Taman Kotim Sampit, Minggu (7/12).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat pengembangan ekosistem hilirisasi sebagai strategi kunci untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional sekaligus membuka peluang kerja dalam jumlah besar di berbagai daerah.

Kementerian ESDM mencatat, saat ini terdapat sedikitnya 18 proyek hilirisasi yang telah diajukan kepada Danantara dan tengah memasuki tahapan studi kelayakan.

Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian kajian tersebut agar daftar proyek yang akan diprioritaskan dapat diputuskan pada akhir tahun.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar pertemuan lanjutan bersama Danantara pada pekan depan.

Agenda pertemuan tersebut antara lain mengevaluasi progres studi yang sedang berlangsung dan menyinkronkan langkah dengan Sekretariat Kabinet.

”Dalam pertemuan dengan Setkab kita akan mengulas kembali agenda hilirisasi ini, kemudian dijadwalkan pertemuan dengan Danantara untuk melihat secara aktual perkembangan terakhir studi kelayakan yang mereka kerjakan dan apa saja yang bisa dipercepat untuk mendorong realisasi proyek hilirisasi,” kata Erani.

Dia menjelaskan, pemerintah ingin memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai kemajuan yang telah dicapai Danantara sejak menerima pra-studi kelayakan beberapa bulan lalu.

Laporan terbaru tersebut akan menjadi pijakan dalam menentukan proyek mana yang siap diprioritaskan untuk segera dieksekusi.

”Kami juga ingin mendengar langsung dari Danantara, khususnya mengenai apa saja yang sudah dikerjakan sejak pra-FS diserahkan beberapa waktu lalu dan sampai sejauh mana kemajuan penyusunan FS untuk masing-masing proyek,” ujarnya.

Secara kumulatif, potensi penyerapan tenaga kerja dari keseluruhan proyek hilirisasi yang dirancang diperkirakan mencapai lebih dari 276.000 pekerja baru.

Angka ini menggambarkan besarnya kontribusi hilirisasi sebagai penggerak peningkatan kesejahteraan dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dari sisi daerah, hilirisasi juga dipandang sebagai momentum strategis untuk keluar dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menekankan bahwa pengolahan sumber daya alam di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi perekonomian daerah.

”Melalui hilirisasi, komoditas yang sebelumnya dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi sehingga kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat maupun pemerintah daerah menjadi lebih besar,” ujar Seno Aji.

Arah kebijakan hilirisasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan industri nasional, peningkatan kapasitas ekspor, serta perluasan investasi di sektor-sektor strategis.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkokoh daya saing Indonesia, mendorong industrialisasi yang berkelanjutan, dan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru di berbagai wilayah.

Presiden Prabowo Subianto juga mendorong agar sejumlah dokumen studi kelayakan dapat diselesaikan pada Desember, sehingga pemerintah dapat segera mengambil keputusan untuk mengeksekusi proyek-proyek hilirisasi yang dinilai paling siap dijalankan. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#hilirisasi #lapangan kerja