Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Diskon Besar Transportasi untuk Nataru 2025, Permudah Perjalanan Liburan Masyarakat

Gunawan. • Selasa, 9 Desember 2025 | 16:51 WIB
ILUSTRASI: Sejumlah calon penumpang saat menuju pesawat di bandara Iskandar Pangkalan Bun. (Slamet Harmoko/Radar Sampit)
ILUSTRASI: Sejumlah calon penumpang saat menuju pesawat di bandara Iskandar Pangkalan Bun. (Slamet Harmoko/Radar Sampit)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah bersama operator transportasi meluncurkan program diskon tarif untuk berbagai moda angkutan.

Kebijakan itu untuk mereduksi beban biaya perjalanan masyarakat, sekaligus menjaga kelancaran arus penumpang selama periode puncak.

Skema stimulus mencakup potongan tarif pada moda udara darat dan laut dengan beberapa ketentuan khusus.

Di antaranya, penurunan tarif tiket pesawat sekitar 13–14 persen, PT KAI menyediakan potongan hingga 30 persen untuk tiket kereta ekonomi pada periode tertentu, dan PT Pelni menerapkan diskon sekitar 20 persen pada rute yang tercakup dalam program.

Masa pemberlakuan program dimulai serentak pada 21 November 2025 untuk sebagian besar kanal pembelian dan berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, kecuali angkutan laut yang diskonnya efektif pada keberangkatan mulai 17 Desember 2025.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas itu saat merencanakan perjalanan liburan.

”Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan program diskon ini saat melakukan perjalanan pada masa Natal dan Tahun Baru,” ujar Dudy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, program ini diluncurkan atas instruksi Presiden untuk memberi insentif kepada masyarakat.

”Ini adalah arahan langsung dari Bapak Presiden agar masyarakat mendapat insentif melalui layanan transportasi yang lebih terjangkau,” kata Airlangga.

Penerapan diskon dilakukan dengan penyesuaian komponen tarif, termasuk pengurangan pada elemen-elemen seperti pajak dan fuel surcharge serta penataan biaya layanan tambahan agar operator masih dapat menutup biaya operasional periode puncak.

Berbagai kanal penjualan resmi operator serta mitra penjualan online menerapkan potongan harga sesuai kuota dan jadwal yang ditetapkan pemerintah, sehingga konsumen dianjurkan membeli lewat saluran resmi untuk mendapatkan manfaat penuh.

Melalui subsidi tarif, pemerintah berharap mobilitas masyarakat lebih lancar tanpa membebani daya beli rumah tangga, sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih efisien pada hari-hari sibuk.

Operator diharapkan dapat menyeimbangkan pemenuhan permintaan dan kesinambungan layanan meski di masa puncak liburan. (*/ign)

 

Editor : Gunawan.
#liburan #diskon transportasi #nataru