JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menyatakan kesiapan untuk secara resmi mengumumkan tercapainya swasembada pangan, terutama pada komoditas beras dan jagung, pada 31 Desember 2025 pukul 12.00 WIB.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyoroti peningkatan produksi dan terjaganya distribusi sebagai fondasi ketahanan pangan nasional.
Perum Bulog dan sejumlah pihak terkait melaporkan cadangan beras pemerintah (CBP) yang saat ini berada di kisaran 3,8 juta ton sebagai bukti kuantitatif kemajuan produksi dalam negeri.
Ketersediaan stok yang dikelola di gudang-gudang Bulog ini menjadi salah satu alasan optimisme pemerintah bahwa kebutuhan nasional dapat terpenuhi tanpa ketergantungan impor pada akhir tahun.
Menteri Amran menegaskan, stok itu bersumber dari panen petani lokal dan menjadi indikator kinerja sektor pertanian.
”Beras yang ada di gudang itu sepenuhnya berasal dari produksi petani dalam negeri,” ujar Amran.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menambahkan, proses menuju kemandirian pangan berlangsung lewat dua pendekatan utama yakni perluasan lahan (ekstensifikasi) dan peningkatan produktivitas (intensifikasi).
Menurutnya, langkah-langkah tersebut bukan sekadar target teknis melainkan strategi jangka panjang untuk menjaga kedaulatan pangan negara.
”Prioritas pemerintahan adalah menjadikan pertanian dan swasembada pangan sebagai pilar kekuatan nasional,” kata Sudaryono dalam forum kampus di Semarang.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat narasi pemerintah.
BPS memproyeksikan potensi produksi beras pada Januari–Desember 2025 mencapai sekitar 34,7–34,8 juta ton atau mengalami kenaikan dua digit dibanding tahun sebelumnya yang didorong lonjakan produksi pada awal tahun.
Angka ini menjadi salah satu dasar klaim bahwa impor komoditas pokok seperti beras dan jagung pada 2025 dapat diminimalkan atau dihapuskan.
Sejumlah provinsi di Pulau Jawa diperkirakan menjadi penyumbang terbesar produksi padi nasional sementara area lain di Sumatera Sulawesi Nusa Tenggara dan Kalimantan juga menunjukkan kontribusi signifikan.
Kombinasi pasokan dari berbagai sentra produksi bersama penguatan logistik diharapkan membuat capaian akhir tahun lebih tahan guncangan. (*/ign)
Editor : Gunawan.