JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menegaskan komitmen meningkatkan mutu pendidikan dasar lewat perluasan program Sekolah Rakyat.
Upaya ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh dan pemenuhan perangkat pembelajaran sarana penunjang serta fasilitas digital agar setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak modern dan merata.
Tim khusus dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial dikerahkan untuk menilai kekurangan pelaksanaan Sekolah Rakyat di lapangan, sekaligus merumuskan perbaikan agar program rintisan tersebut dapat berjalan optimal.
”Kami menurunkan tim untuk mengevaluasi dan menyempurnakan pelaksanaan Sekolah Rakyat di lapangan,” ujar Sekretaris Ditjen Rehabilitasi Sosial Idit Supriadi Priatna.
Evaluasi mencakup peninjauan sarana dan prasarana, termasuk ketersediaan tempat tidur luas ruang belajar serta kapasitas tenaga pendidik.
Pemeriksaan juga diarahkan pada kondisi siswa; bila ditemukan masalah berat siswa akan segera mendapatkan rujukan ke layanan dan fasilitas Kemensos untuk penanganan lebih lanjut.
”Jika ada siswa yang membutuhkan penanganan khusus mereka akan kami rujuk ke sentra-sentra layanan Kemensos,” kata Idit.
Kemensos juga menyiapkan program pelatihan bagi tenaga pendidik kepala sekolah dan pengasuh asrama agar standar pengelolaan dan pembelajaran sesuai harapan.
”Tenaga pendidik dan pengasuh asrama sedang dipersiapkan melalui pelatihan intensif sehingga kualitas layanan meningkat,” ujar Idit.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan, tujuan utama program ini adalah membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga marginal sehingga mereka punya peluang keluar dari lingkaran kemiskinan.
”Semua anak Indonesia harus bersekolah negara tidak boleh membiarkan satu pun anak tertinggal,” kata Agus.
Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat sebagai bentuk pemerataan.
Untuk memastikan kelangsungan masa depan lulusan, Kemensos menggandeng BUMN perusahaan swasta dan perguruan tinggi.
Skema dukungan mencakup jalur masuk tanpa tes bagi siswa berprestasi dan akses lapangan kerja bagi lulusan yang memilih langsung bekerja.
”Membangun sekolah saja tidak cukup kita harus pastikan lulusan punya masa depan yang lebih baik,” tegas Agus. (*/ign)
Editor : Gunawan.