Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jelang 1 Desember, Keamanan Diperketat dan Warga Diminta Tidak Terprovokasi

Gunawan. • Kamis, 27 November 2025 | 15:51 WIB
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.
Ilustrasi TNI/Polri ajamin keamanan warga.

TIMIKA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah daerah dan aparat keamanan meningkatkan pengawasan di sejumlah titik di Papua menyusul kekhawatiran potensi provokasi yang dapat mengganggu stabilitas menjelang 1 Desember 2025.

Langkah-langkah kesiapsiagaan ditegaskan untuk menjaga agar aktivitas warga tetap normal dan suasana masyarakat tidak mudah terpecah.

Di Timika, Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Mochammad Slamet Wijaya menyatakan bahwa situasi di pusat kota relatif aman namun beberapa distrik pegunungan termasuk Jila Alama Hoeya dan Tembagapura masuk dalam kategori “rawan terkendali”.

Pernyataan itu disampaikan sebagai penjelasan mengapa aparat menambah kehadiran dan memperketat koordinasi.

”Untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya saat ini berada dalam situasi aman terkendali sementara wilayah distrik di pegunungan berada dalam situasi rawan terkendali,” ujar Letkol Slamet.

Menurut Slamet, wilayah pegunungan berbatasan dengan daerah konflik, sehingga berpotensi terseret dampak keamanan dari kejadian di luar namun upaya sinergi antara TNI, Polri, serta instansi terkait terus ditingkatkan untuk meredam potensi gangguan.

Kodim juga mengaku telah menerima arahan dari pimpinan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar gangguan dapat diminimalkan sejak dini.

”Kami juga sudah mendapatkan perintah dari pimpinan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas,” tambahnya.

Sorotan khusus juga tertuju pada Distrik Jila yang sempat menjadi lokasi operasi penindakan beberapa waktu lalu sehingga aparat tetap siaga untuk mencegah eskalasi lanjutan.

Pihak militer menegaskan kehadiran mereka lebih bersifat perlindungan terhadap warga daripada untuk menimbulkan rasa takut.

”Kehadiran aparat keamanan di sana tidak ada keinginan untuk menyakiti masyarakat kami datang murni untuk menjaga mereka,” kata Slamet.

Laporan lokal juga menyebutkan dampak operasi terhadap masyarakat setempat termasuk pengungsian pada gelombang sebelumnya.

Di sisi pemerintahan sipil, Pemprov Papua Selatan menggiatkan program suasana positif menjelang Natal dengan mendorong gelaran “gema Natal” mulai 1 Desember di berbagai kabupaten sebagai upaya memperkuat nuansa kebersamaan.

Sekretaris Daerah Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu meminta panitia penyelenggara untuk segera menerbitkan surat edaran agar ornamen dan kegiatan penyambutan Natal merata sehingga perhatian publik terfokus pada perayaan.

”Kami minta supaya panitia Natal segera mengeluarkan surat edaran yang mengajak masyarakat menggaungkan gema Natal pada awal Desember,” ujarnya.

Kombinasi pendekatan keamanan dan inisiatif sosial pemerintahan daerah dipandang sebagai strategi komprehensif untuk meredam provokasi sekaligus menjaga suasana damai selama perayaan keagamaan mendatang.

Beberapa kepolisian daerah di wilayah Papua juga meningkatkan komunikasi dengan tokoh adat dan pemuka agama untuk memperkuat stabilitas menjelang Natal dan Tahun Baru. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#tni #keamanan #PAPUA #polri