Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warisan Pembangunan Jadi Alasan Soeharto Diberi Gelar Pahlawan

Gunawan. • Minggu, 23 November 2025 | 16:39 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Istana Negara, Senin (10/11).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Istana Negara, Senin (10/11).

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Presiden ke-2 RI Soeharto pada 10 November 2025 sebagai bentuk pengakuan atas peran dan sumbangsihnya dalam proses pembangunan nasional.

Upacara penganugerahan itu dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan menempatkan Soeharto di antara sepuluh tokoh yang menerima penghormatan tahun ini.

Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan dan Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan menyatakan, penetapan nama Soeharto sudah melalui pemeriksaan dan memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelum diajukan kepada Presiden.

Menurut Fadli, dukungan datang dari berbagai lapisan masyarakat hingga organisasi-organisasi besar dan proses pengusulan dilakukan bertahap.

”Dukungan bagi gelar ini sangat luas. Dari masyarakat daerah, gubernur, ormas keagamaan besar, hingga hampir semua partai politik di DPR,” ujarnya.

Fadli juga menegaskan, pengusulan tidak bersifat tergesa-gesa, karena melalui rangkaian penilaian mulai dari tingkat daerah sampai kajian akademis dan uji publik.

”Prosesnya panjang, mulai dari penilaian daerah, kajian akademik, hingga uji publik yang dilakukan dengan serius,” kata Fadli.

Apresiasi terhadap warisan kepemimpinan Soeharto juga disampaikan publik figur Tantowi Yahya.

Menurut Tantowi, salah satu tradisi penting yang ditinggalkan adalah budaya pelaporan yang menekankan kejujuran sehingga masalah disampaikan apa adanya demi solusi yang tepat.

”Pada masa beliau, laporan menteri harus jujur dan apa adanya. Tidak ada laporan asal menyenangkan atasan,” ungkap Tantowi.

Ia menambahkan, prinsip “tell the truth” menjadi salah satu dasar lahirnya kebijakan-kebijakan ekonomi yang berpengaruh.

Di sisi lain pemberian gelar ini mendapat sorotan dari sejumlah kelompok dan pengamat.

Organisasi hak asasi dan aktivis pro-demokrasi serta keluarga korban pelanggaran HAM pada masa lalu menyatakan keprihatinan karena menilai keputusan tersebut berpotensi mereduksi atau memutihkan catatan pelanggaran sejarah yang belum terselesaikan. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#soeharto #pahlawan nasional