Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

MBG Diperluas ke Lansia dan Difabel, Pemerintah Siapkan Eksekusi Tahun Depan

Gunawan. • Selasa, 11 November 2025 | 16:15 WIB
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)
Ilustrasi menu makanan di program makan bergizi gratis (MBG). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR MAGETAN)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah mengumumkan rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencakup kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas mulai 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas jaring perlindungan sosial.

Program yang dicanangkan sejak awal 2025 ini terus ditingkatkan cakupan dan tata kelolanya untuk memastikan manfaat gizi sampai ke kelompok paling rentan.

Usulan resmi memperluas sasaran MBG disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Menurut Gus Ipul program perluasan itu masih dalam tahap pendalaman data dan perencanaan teknis sebelum dijalankan tahun depan.

”Insya Allah, kalau semuanya berjalan lancar tahun depan akan ada juga MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Gus Ipul setelah pertemuan.

Dia memperkirakan penerima manfaat awal akan berkisar 100 ribu lansia dan sekitar 30 ribu penyandang disabilitas.

Pemerintah menegaskan, penambahan kelompok sasaran tidak akan menghapus nama penerima bansos lain melainkan menjadi pelengkap sistem perlindungan sosial yang lebih komprehensif.

Gus Ipul menekankan pentingnya perbaikan data agar program dapat tepat sasaran dan menyesuaikan menu dengan kebutuhan kelompok yang baru disasar.

”Jadi, Insya Allah kalau nanti semuanya lancar ke depan, tahun depan akan ada juga MBG untuk lansia dan penyandang disabilitasnya,” kata Gus Ipul.

Sejalan dengan perluasan cakupan, Kementerian PANRB tengah menyiapkan aturan tata kelola program.

Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan pihaknya merancang Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur penyelenggaraan MBG serta memperkuat peran Badan Gizi Nasional agar implementasi berjalan lebih efektif dan akuntabel.

”Penataan kelembagaan ini bukan sekadar restrukturisasi tetapi agar setiap bagian bekerja lebih efektif,” ujar Rini saat menyampaikan langkah penguatan tata kelola.

Perkembangan MBG sampai Oktober 2025 menunjukkan percepatan pelaksanaan. Lebih dari 13.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebar di 38 provinsi dan 509 kabupaten/kota dengan potensi melayani hampir 39,5 juta, yang diproyeksikan menembus 40 juta penerima pada akhir Oktober.

Pemerintah menargetkan cakupan penuh hingga 82,9 juta penerima pada akhir tahun sebagai target jangka pendek program ini. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#difabel #lansia #Makan Bergizi Gratis (MBG)