JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah mempercepat transformasi penyaluran bantuan sosial (bansos) dengan mengimplementasikan sistem digital terintegrasi.
Tujuannya memastikan bantuan tiba tepat waktu dan benar-benar sampai kepada keluarga yang berhak tanpa terhambat antrean panjang atau kebocoran administrasi.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan perubahan mekanisme layanan membuat proses lebih efisien dan nyaman bagi penerima.
”Sekarang penerima bansos tidak harus antre mengular karena sudah menggunakan sistem undangan, dan pelayanannya pun cepat,” ujarnya.
Meutya menegaskan, pemerintah berkomitmen agar tidak ada keluarga penerima yang terlewat; bila penerima tidak hadir, bantuan akan diantarkan sampai ke alamat.
Peran PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur dikembangkan dari fungsi pengiriman tradisional menjadi layanan logistik dan pembayaran digital.
Plt Direktur Utama PT Pos Haris menjelaskan, mekanisme verifikasi berbasis barcode yang tersimpan di surat undangan serta aplikasi verifikasi real-time.
”Penerima bantuan cukup membawa surat undangan berbarcode dan identitas diri. Petugas kami akan memverifikasi melalui aplikasi, dan BLT akan langsung dibayarkan,” terang Haris.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menambahkan, platform digital juga membuka akses bagi warga untuk mendaftar dan memantau status permohonan bansos secara mandiri.
”Melalui Bansos Digital, semua yang berhak menerima bantuan sosial dapat mengajukan permohonan. Selain itu, mereka juga bisa mengajukan protes jika merasa berhak tetapi ditolak dalam berbagai bantuan dari pemerintah. Tanpa harus menemui siapa pun, cukup dengan menekan handphone,” ujarnya.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, digitalisasi bukan sekadar penyaluran tetapi juga alat pemantauan kesejahteraan.
”Para penerima bantuan akan terus dipantau agar taraf kesejahteraan meningkat seperti dalam program bantuan pendidikan atau pemberian modal usaha,” ujar Luhut.
Dengan integrasi data dan prosedur verifikasi otomatis proses penyaluran diharapkan lebih akurat, mengurangi antrean, dan memperkecil potensi penyelewengan. (*/ign)
Editor : Gunawan.