JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Keberhasilan program swasembada pangan Indonesia menarik perhatian internasional setelah pemerintah memaparkan peran kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan produktivitas pertanian pada forum APEC 2025.
Penerapan teknologi presisi di sektor pertanian diklaim menjadi faktor utama di balik lonjakan produksi yang tercatat tahun ini.
Mengacu data resmi pemerintah, posisi cadangan beras di gudang negara mencapai angka tertinggi dalam sejarah, yaitu sekitar 4,2 juta ton, disertai capaian peningkatan produksi komoditas strategis.
”Produksi pangan kita belum pernah dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di gudang pemerintah lebih dari 4,2 juta ton beras. Jagung juga produksinya naik 30 persen, beras naik 48 persen. Dan kita akan terus tegakkan,” ujar Presiden RI Prabowo Subianto.
Produksi beras Januari–November 2025 tercatat sekitar 33,1 juta ton dan diproyeksikan naik menjadi lebih dari 34 juta ton pada akhir tahun, sehingga menempatkan Indonesia semakin dekat menuju swasembada pangan.
Presiden Prabowo menekankan, transformasi digital di sektor pertanian memungkinkan penerapan teknik bertani yang lebih tepat sasaran sehingga mempercepat pencapaian target ketahanan pangan.
”Target awal kami adalah mencapai swasembada dalam empat tahun, tetapi dengan penggunaan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan kecerdasan buatan kami telah berhasil meningkatkan produksi hingga mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia semenjak kemerdekaan,” ujar Presiden.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan gambaran waktu pencapaian yang lebih cepat dan optimistis.
Dia menyatakan harapannya bahwa penghentian impor bisa terwujud dalam waktu dekat.
”Alhamdulillah, mudah-mudahan tidak ada arah melintang dua bulan ke depan, kurang lebih tiga bulan. Insya Allah Indonesia tidak impor lagi. Tapi, mudah-mudahan tidak ada iklim ekstrem,” ujar Amran.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar untuk modernisasi pertanian termasuk dukungan teknologi berbasis AI.
Capaian tersebut mendapat sambutan positif dari mitra kawasan, karena dianggap sebagai contoh integrasi teknologi tinggi dengan praktik pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan. (*/ign)
Editor : Gunawan.