Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Semangat Sumpah Pemuda dan Stimulus Ekonomi Perkuat Daya Beli Masyarakat

Gunawan. • Senin, 27 Oktober 2025 | 18:08 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah terus mengerahkan paket kebijakan ekonomi untuk menstabilkan daya beli masyarakat, sambil menegaskan semangat gotong royong ala Sumpah Pemuda yang mendorong sinergi antara otoritas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Sektor properti tetap menjadi barometer penting untuk melihat kondisi daya beli, karena respons pembeli dan penyewa kerap mencerminkan tekanan konsumsi.

Laporan Pinhome menunjukkan, walau ada fluktuasi, indikator harga jual dan sewa terpantau relatif stabil pada semester pertama 2025 dengan permintaan yang menonjol pada rumah untuk pembeli pertama.

Hal ini mencerminkan peran segmen menengah ke bawah sebagai penggerak utama pasar properti saat ini.

Dayu Dara Permata selaku CEO & Founder Pinhome menilai, dukungan kebijakan makro memberikan ruang bagi pasar untuk bernafas.

”Penurunan suku bunga dan insentif PPN jadi penyangga utama stabilitas pasar, khususnya untuk segmen menengah ke bawah,” kata Dayu.

Di beberapa pusat urban terlihat juga dinamika pasar sewa yang beragam. Di kota-kota tertentu ada tekanan pada unit kecil-menengah, sementara kawasan pinggiran (satellite cities) justru menunjukkan peningkatan minat karena ketersediaan pasokan baru dan infrastruktur pendukung.

Temuan ini konsisten dengan catatan Pinhome tentang pergeseran preferensi menuju lokasi strategis dan produk hunian yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat dorongan pertumbuhan pada kuartal III 2025 yang bersumber dari ekspor dan belanja pemerintah.

”Indikator terkini memperlihatkan kelapa sawit serta besi dan baja masih mencatat pertumbuhan ekspor, terutama ke India dan Tiongkok. Belanja pemerintah turut memperkuat permintaan domestik,” ujar Juli Budi Winantya dari Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI.

Proyeksi BI menempatkan pertumbuhan tahun 2025 sedikit di atas titik tengah kisaran 4,6 hingga 5,4 persen, sehingga sinergi kebijakan tetap penting untuk mempertahankan momentum ini.

Dari sisi moneter, kombinasi suku bunga yang lebih rendah dibanding periode sebelumnya dan langkah likuiditas yang longgar telah membantu memulihkan kepercayaan pelaku pasar.

Konsolidasi kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan sejalan dinilai mampu memperkuat konsumsi domestik melalui aliran bantuan sosial dan stimulus belanja publik yang diperkirakan meningkat pada triwulan IV. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#paket stimulus #sumpah pemuda