JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif.
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan untuk menegaskan kembali prioritas terhadap pemenuhan gizi anak sekolah yang dianggap fundamental bagi daya saing generasi mendatang.
Dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan capaian program MBG dan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan.
”Sebanyak 1.410.000.000 porsi MBG sudah dimasak dan dibagikan sejak tanggal 6 Januari 2025. Ada 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang sudah menerima MBG,” ujar Presiden.
Program MBG juga dinilai sebagai bagian dari keseimbangan kebijakan ekonomi dan sosial.
”Alhamdulillah kita mampu menjaga pertumbuhan ekonomi masih tetap tinggi. Kita berada di 5 persen,” ujar Prabowo dalam kesempatan lain.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat program MBG telah menyentuh jutaan penerima manfaat termasuk siswa, balita serta ibu hamil dan menyusui.
”Program ini untuk memastikan anak-anak memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik, kesehatan yang optimal, dan tumbuh menjadi generasi produktif. MBG adalah investasi jangka panjang bagi SDM Indonesia,” ujar Fadhly, Tenaga Ahli DPR RI
Sementara itu, Koordinator LAKSI Azmi Hidzaqi mengharapkan agar isu-isu yang memunculkan kegaduhan tidak menghalangi perbaikan teknis serta evaluasi program sehingga manfaat dapat terus dirasakan masyarakat.
”Program MBG justru patut diapresiasi. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, BGN tetap konsisten melayani rakyat dengan menyediakan makanan bergizi gratis untuk siswa sekolah,” kata Azmi. (*/ign)
Editor : Gunawan.