Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lampu untuk Kiraweri, PLTMH Anggi Terangi Desa-Desa di Pelosok Papua

Gunawan. • Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:05 WIB
Ilustrasi Papua.
Ilustrasi Papua.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Setelah puluhan tahun bergantung pada penerangan sederhana seperti lampu minyak, warga Distrik Kiraweri kini menikmati akses listrik yang stabil berkat program Listrik Desa (Lisdes) dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi.

PLTMH ini yang dibangun di Kampung Upper Distrik Anggi berkapasitas 150 kW kini terhubung ke jaringan dan menjadi sumber utama listrik untuk sejumlah desa di kawasan tersebut.

Seorang warga setempat mengenang masa sebelum penerangan tiba. Elias Inyomusi Anakangi menceritakan bagaimana keluarga dan tetangganya bertumpu pada pelita tradisional untuk memenuhi kebutuhan di malam hari.

”Dulu saya lahir di sini, kami belum ada lampu. Kami bikin api. Kami baca, belajar itu, pasang, bikin gelegar untuk jadi pelita. Bikin tali, rotan itu. Rotan itu baru kita isi siram minyak tanah, baru taruh rotan itu di botol, baru bakar, jadi sumbu toh. Itu kami pakai belajar,” ujar Elias.

Hadirnya PLTMH Anggi selain menyalakan rumah-rumah warga, juga membuka peluang bagi aktivitas produktif dan pendidikan anak-anak.

”Kampung kami jadi lebih terang. Semua rumah itu harus dapat listrik supaya untuk kami punya anak-anak kami itu bisa belajar. Mama-mama bisa masak dengan lampu. Dengan lampu seperti ini, anak-anak kami bisa belajar, pintar, bersaing dengan suku-suku lain,” kata Elias.

Sebagai informasi, PLTMH Anggi yang mulai dibangun sejak 2022 melayani puluhan ribu jiwa di Kabupaten Pegunungan Arfak, sehingga menjadi contoh praktik elektrifikasi berbasis energi terbarukan di Papua Barat.

Proyek ini juga dikaitkan dengan kebijakan nasional untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel dan memperluas pembangkit EBT (Energi Baru Terbarukan).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerataan akses energi menjadi prioritas terutama untuk wilayah 3T (tertinggal terdepan terluar).

”Target Bapak Presiden Prabowo sekitar 2029–2030 semua desa harus sudah terlayani listrik,” ujar Bahlil seraya menyebut masih ada sekitar 5.700 desa yang belum menikmati layanan listrik sehingga program harus dipercepat.

Target elektrifikasi nasional juga tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang menempatkan pemerataan akses serta peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai bagian dari strategi jangka menengah.

Dokumen perencanaan ini menjadi landasan bagi program-program seperti Lisdes dan pembiayaan infrastruktur kelistrikan di daerah terpencil. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#pltmh #PAPUA #listrik masuk desa