JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menyatakan siap menghentikan impor beras dan mewujudkan swasembada pangan nasional pada akhir 2025.
Hal tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, progres percepatan target tersebut dengan merujuk rapat-rapat internal yang memendekkan kerangka waktu pelaksanaan.
”Target awal Bapak Presiden kepada kami empat tahun. Setelah 21 hari menjadi tiga tahun, 45 hari kemudian menjadi satu tahun. Alhamdulillah, kalau tidak ada aral melintang, dua sampai tiga bulan ke depan Indonesia tidak impor lagi,” kata Amran.
Pernyataan resmi pemerintah diperkuat oleh rilis Istana yang menyatakan optimisme Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan swasembada beras sehingga impor dapat dihentikan.
Pemerintah menilai tren kenaikan produksi padi dan penambahan stok menjadi faktor kunci yang mendukung target tersebut.
Dari parlemen, dukungan disertai catatan kehati-hatian. Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menyambut baik capaian ketersediaan stok.
Akan tetapi, dia mengingatkan agar fokus tidak hanya pada jumlah stok saja.
”Kalau stok beras kita memang benar tertinggi sepanjang sejarah, tentu kita harus bersyukur. Tapi yang terpenting jangan hanya melihat angka stok, melainkan juga kualitas beras yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya, sambil menekankan pentingnya menjaga harga yang adil bagi petani.
Pemerintah juga menegaskan bahwa keberhasilan target ini bergantung pada sejumlah variabel seperti kondisi cuaca, keberlanjutan panen, serta efektivitas tata kelola penimbunan dan distribusi.
Sejumlah laporan internasional mencatat sekalipun stok domestik membesar pada 2025 ada tekanan pada harga eceran yang perlu diatasi agar manfaat produksi juga sampai ke petani.
Sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan dan kualitas, kementerian terkait meningkatkan program rehabilitasi irigasi perluasan areal tanam serta skema penguatan permodalan dan distribusi pupuk.
Pemerintah juga melakukan dialog bilateral pasokan beras meski pada tahun ini impor menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (*/ign)
Editor : Gunawan.