Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Luncurkan Program Magang Nasional, Siapkan 20 Ribu Kuota untuk Lulusan Baru

Gunawan. • Senin, 6 Oktober 2025 | 16:55 WIB
Sejumlah pencari kerja melihat lowongan pekerjaan di Job Fair di Kota Tangerang, Rabu (23/04/2025). Pemerintah Kota Tangerang membuka 8897 lowongan pekerjaan dengan menghadirkan 50 perusahaan di acara tersebut. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Sejumlah pencari kerja melihat lowongan pekerjaan di Job Fair di Kota Tangerang, Rabu (23/04/2025). Pemerintah Kota Tangerang membuka 8897 lowongan pekerjaan dengan menghadirkan 50 perusahaan di acara tersebut. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menegaskan komitmennya membuka akses lapangan kerja bagi generasi muda lewat Program Magang Nasional (PMN).

Kebijakan tersebut ditujukan untuk lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun dan akan mulai dibuka 15 Oktober 2025 melalui platform resmi pemerintah, SIAPKerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, program ini menjadi bagian penting dari agenda akselerasi ekonomi 2025.

”Kami sudah meninjau dan mematangkan seluruh fitur Program Magang Nasional agar benar-benar siap diluncurkan pada 15 Oktober mendatang,” tutur Airlangga.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa perencanaan program ini telah disiapkan sejak awal tahun.

Dia menilai, langkah ini diambil untuk menjawab kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

”Mulai 7 hingga 13 Oktober 2025, pendaftaran akan dibuka bagi calon peserta magang untuk memilih posisi yang sesuai minat mereka,” ujar Yassierli.

Sebelum masa pendaftaran peserta dimulai, pemerintah juga memberi kesempatan kepada perusahaan yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan telah terdaftar di WLKP untuk membuka lowongan magang melalui SIAPKerja pada 1–7 Oktober 2025.

”Platform Ayo Magang di SIAPKerja sudah kami siapkan sebagai sarana utama pendaftaran dan pengelolaan magang secara digital,” jelasnya.

Untuk mengikuti program ini, peserta hanya perlu memenuhi syarat sebagai lulusan perguruan tinggi yang belum bekerja selama maksimal satu tahun.

Validasi data dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

”Kami sudah memiliki data lulusan setahun terakhir, jadi nanti sistem tinggal mencocokkan ketika peserta melakukan registrasi di SIAPKerja,” terang Yassierli.

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan 20 ribu kuota peserta dengan masa magang enam bulan.

Selama periode tersebut, peserta akan menerima upah setara UMP di daerah masing-masing.

Setiap perusahaan juga diwajibkan menugaskan mentor untuk memastikan peserta mendapat pengalaman dan peningkatan keterampilan yang maksimal.

”Perusahaan wajib menyediakan mentor agar peserta bukan hanya bekerja, tapi juga belajar dan berkembang secara profesional,” tegas Yassierli.

Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi para lulusan baru untuk beradaptasi di dunia kerja dan memperkuat daya saing tenaga kerja nasional. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#pelatihan kerja #magang