Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pasar Saham Menguat, Paket Stimulus Angin Segar Ekonomi Sambut Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Gunawan. • Rabu, 1 Oktober 2025 | 15:15 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, pemerintah mempercepat penyaluran paket stimulus ekonomi 8+4+5.

Hal tersebut sebagai upaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan global dan tantangan domestik.

Program ini diarahkan untuk menjaga daya beli, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat pemulihan ekonomi.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan fiskal dan program langsung akan mempercepat laju Produk Domestik Bruto (PDB) tanpa mendorong defisit anggaran ke level yang mengkhawatirkan.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, percepatan pertumbuhan PDB akan turut mempercepat penerimaan pajak.

”Dampaknya terhadap defisit cenderung netral bahkan bisa positif,” ujarnya.

Para pelaku pasar memberi respons positif terhadap langkah stimulus pemerintah. Data perdagangan mencatat indeks saham utama menguat pada periode pengumuman—IHSG pada 15 September 2025 tercatat menguat sekitar 1,06% ke level 7.937-an, sebuah sinyal bahwa ekspektasi pertumbuhan domestik mulai membaik.

Felix Darmawan dari Panin Sekuritas menilai, paket stimulus memberi “angin segar” bagi pasar saham karena memperkuat prospek permintaan domestik dan ekspektasi pertumbuhan.

Komentar serupa datang dari Ekky Topan (Infovesta Utama) yang menekankan bahwa kebijakan ini mengirim sinyal kuat bahwa pemerintah serius melindungi daya beli dan memperluas kesempatan kerja. Hal itu selama implementasinya konsisten dan terukur.

Paket 8+4+5 berisi 17 program. Delapan program akselerasi untuk 2025, empat program yang dilanjutkan ke 2026, serta lima program prioritas yang fokus pada penyerapan tenaga kerja.

Beberapa komponen yang disorot antara lain program magang berbayar untuk lulusan baru, insentif PPh 21 untuk sektor tertentu, bantuan pangan, dan program padat karya/cash-for-work.

Pemerintah menyatakan paket itu dirancang untuk cepat disalurkan dan menyasar kelompok rentan sekaligus merangsang permintaan agregat.

Secara makro, target pertumbuhan 5,2% untuk 2025 menjadi ukuran pencapaian yang dipengaruhi efektivitas penyaluran stimulus.

Jika penyaluran terlaksana dengan pengawasan ketat dan mitigasi terhadap risiko eksternal (seperti volatilitas pasar global), pemerintah optimistis tekanan eksternal dapat diredam dan pertumbuhan memiliki peluang melampaui ekspektasi. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#Prabowo Gibran #stimulus ekonomi