JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai poros utama pembangunan ekonomi inklusif.
Langkah yang diambil mencakup digitalisasi data, perluasan akses pembiayaan, dan penguatan ekosistem digital untuk memastikan UMKM bisa naik kelas serta menopang ekonomi keluarga dan daerah.
Digitalisasi data UMKM menjadi prasyarat agar program-program bantuan dan kebijakan dapat tepat sasaran.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pentingnya basis data yang kuat.
”Jadi ini diharapkan bisa mendorong UMKM itu untuk terdata dengan baik dengan sistem digitalisasi dan data UMKM yang lebih dari 50 juta juga menjadi basis,” ujarnya.
Selain penguatan data, pemerintah terus memperluas akses modal melalui program kredit bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan insentif sektoral.
Dukungan pembiayaan ini dimaksudkan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksinya, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di berbagai wilayah.
Transformasi digital juga menjadi pilar kebijakan. Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mendorong ekosistem digital yang aman dan produktif agar UMKM bisa memanfaatkan platform online secara optimal.
”Kita akan membangun komunikasi dan memahami adanya kebutuhan UMKM serta kegiatan masyarakat yang menggunakan platform digital. Fitur-fitur yang ada dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas ekonomi,” kata Nezar, seraya menegaskan perlunya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keselamatan pengguna di ruang digital.
Dukungan perbankan ikut memperkuat upaya ini. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menerima penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp55 triliun dari Kementerian Keuangan yang akan diprioritaskan untuk penyaluran kredit ke sektor yang difokuskan, termasuk UMKM.
”Penempatan dana ini memperkuat likuiditas serta kapasitas pembiayaan Bank Mandiri untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas pemerintah, terutama UMKM,” kata M Rizaldi, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri. (*/ign)
Editor : Gunawan.