Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Santap Nugget Ikan Hiu dari MBG, Puluhan Pelajar SD Keracunan Massal

Slamet Harmoko • Sabtu, 27 September 2025 | 15:13 WIB
Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (23/9). (ISTIMEWA)
Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Selasa (23/9). (ISTIMEWA)

Radarsampit.jawapos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ketapang menuai sorotan setelah puluhan siswa SDN 12 Benua Kayong mengalami gejala keracunan usai menyantap menu yang disajikan. Menu ikan hiu diduga menjadi penyebab keracunan.

Kepala Regional MBG Kalimantan Barat (Kalbar), Agus Kurniawi, mengakui adanya kelalaian serius dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat dalam memilih menu.

“Soal menu ikan hiu, itu murni kesalahan dan keteledoran dari SPPG kami. Mereka tidak teliti memilih menu. Ikan hiu itu dibeli dari TPI Rangga Sentap, produk lokal,” ujar Agus.

Agus menilai ikan hiu tidak semestinya masuk dalam daftar menu bagi anak sekolah. Selain jarang dikonsumsi siswa, ikan tersebut dikhawatirkan mengandung zat berbahaya.

“Harusnya menu yang dipilih itu yang digemari siswa. Anak-anak jarang sekali mengonsumsi ikan hiu. Bisa saja ikan hiu ini memiliki kandungan merkuri. Itu yang sangat saya sesalkan,” katanya.

Kamis (25/9/2025), Agus menyampaikan kepada Pontianak Post bahwa dirinya sedang berada di Kabupaten Ketapang untuk memantau langsung kondisi siswa yang terdampak.

“Saya tadi balik dari sekolah dan rumah-rumah siswa yang terdampak langsung. Besok pagi saya meluncur ke Pontianak, lalu ke Sekayam (Kabupaten Sanggau) karena ada kasus juga di sana,” jelasnya.

Ia menegaskan, apabila hasil investigasi membuktikan bahwa makanan dari dapur SPPG Mulia Kerta menjadi penyebab keracunan, maka dapur tersebut akan ditutup permanen. 

Sementara itu Kepala Kepala SDN 12 Benua Kayong Dewi Hardina Febriani menjelaskan kronologi para muridnya terdampak keracunan masal usai menyantap MBG di sekolah.

Menu makanan yang disediakan di antaranya nasi, ikan filet hiu, sayur oseng, tahu goreng dan jeruk.

Kejadian bermula ketika beberapa murid mengeluh sakit perut dan muntah-muntah, usia menyantap makan siang MBG.

Tidak dialami satu orang, keluhan dialami oleh beberapa murid lainnya dengan gejala yang sama.

"Awalnya hanya beberapa anak yang sakit perut lalu muntah. Tapi makin lama makin banyak, jadi pihak puskesmas langsung datang ke sekolah. Mengingat kondisinya ramai, akhirnya anak-anak dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD dr. Agoesdjam atas arahan pihak medis," jelas Dewi.

Dewi mengungkapkan ditemukan lauk MBG yakni nugget ikan hiu yang baunya menyengat dan sayur yang berlendir.

"Menunya (nugget) ikan hiu, cuma baunya agak menyengat. Sayurnya juga agak berlendir," ujar Dewi.

Menurut Dewi, makanan dibagikan sekitar pukul 09.30 WIB. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah siswa mulai menunjukkan gejala keracunan.

Terkait hal ini, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Mitra Mandiri 2 di Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang bakal dirumahkan.

Ia sudah dinonaktifkan setelah ada bebrapa murid SDN 12 Benua Kayong yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi terbaru, jumlah siswa SDN 12 Benua Kayong yang keracunan mencapai 20 orang.

Mereka mengeluh sesak napas dan muntah-muntah usai menyantap makanan siang program MBG dan masih menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir meminta pengelola dapur harus bertanggungjawab atas kejadian ini.

"Ini yang harus dievaluasi. Pengelola dapur tidak boleh lepas tangan, harus ada pertanggungjawaban. Kita ingin tahu penyebab keracunan ini, apakah karena kurang pengawasan atau faktor lain," kata Jamhuri. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#keracunan mbg #keracunan massal #pelajar sd