JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempertegas langkahnya melawan praktik judi online dengan memanfaatkan teknologi pengawasan baru.
Mulai Oktober 2025, Komdigi menyatakan Sistem Analisis dan Monitoring (SAMAN) akan diaktifkan secara penuh untuk memperkuat pengawasan konten di ranah digital.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, mengatakan SAMAN telah melewati fase uji coba selama sekitar satu tahun sehingga kini siap dioptimalkan.
Menurutnya, hasil masukan dari penyelenggara platform dan evaluasi internal menjadi dasar peluncuran penuh sistem tersebut.
”Dengan masukan dari para penyelenggara platform digital dan evaluasi internal, kami berharap sistem ini dapat berjalan dengan baik, menutup celah-celah yang ada, dan bulan depan sistem SAMAN bisa berjalan secara penuh,” ujar Alexander dalam konferensi pers di Jakarta.
Komdigi menegaskan, langkah ini bukan sekadar tindakan administratif, melainkan respons terhadap dampak sosial yang ditimbulkan oleh perjudian online.
Alexander mengingatkan konsekuensi yang kerap muncul, mulai dari keretakan rumah tangga hingga ancaman terhadap masa depan generasi muda.
Pernyataan itu menegaskan urgensi upaya penindakan konten ilegal di ruang digital.
Data resmi yang dipaparkan pihak kementerian memperlihatkan skala masalah yang besar.
Sejak 20 Oktober 2024 hingga 16 September 2025, lebih dari 2,8 juta konten negatif telah diproses takedown, dan sekitar 2,1 juta di antaranya berkaitan dengan perjudian daring.
Angka ini menggambarkan bahwa konten judi mendominasi laporan yang ditangani otoritas pengawas.
Meski demikian, Komdigi menegaskan SAMAN tidak dirancang untuk membungkam kebebasan berekspresi atau membatasi kritik terhadap kebijakan publik.
Alexander menekankan bahwa keberadaan sistem bertujuan mempersempit ruang bagi konten ilegal dan berbahaya, bukan menutup ruang aspirasi.
”Ini bukan untuk membungkam kritik atas aspirasi rakyat, demokrasi tetap kita jaga, kritik, aspirasi dan ekspresi yang sah tetap harus hidup,” tegasnya.
Pemerintah juga mengajak masyarakat dan pelaku platform digital untuk berkolaborasi dalam menerapkan langkah pencegahan dan penindakan.
Alexander menyoroti pentingnya sinergi lintas pihak agar upaya pemberantasan judi daring efektif dan tidak berdampak pada hak-hak publik yang sah.
Dengan demikian, keberhasilan SAMAN sangat bergantung pada dukungan publik dan kerja sama sektor swasta. (*/ign)
Editor : Gunawan.