Radarsampit.jawapos.com – Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung jadi perhatian media asing. Bukan hanya soal kebijakan awalnya, tapi juga gaya kepemimpinannya yang dinilai berbeda dari pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati.
Reuters menulis, Purbaya dikenal sebagai plain-speaking economist alias ekonom yang berbicara lugas.
The Straits Times bahkan memberi julukan “cowboy style” karena cara bicaranya yang blak-blakan dan berani mengambil risiko.
Tak lama setelah dilantik, Purbaya langsung bikin gebrakan. Ia memindahkan dana pemerintah Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke bank umum. Tujuannya jelas: menambah likuiditas dan memacu kredit agar ekonomi lebih cepat bergerak.
“Target pertumbuhan 8 persen dalam 2–3 tahun tidak mustahil,” kata Purbaya, dikutip Reuters, Senin (8/9/2025).
Namun, kebijakan ini menuai pro-kontra. Beberapa ekonom mengingatkan risiko pelemahan rupiah dan tekanan inflasi jika dana digelontorkan terlalu cepat. UGM bahkan menilai kebijakan ini bisa jadi bumerang bila tidak diimbangi kontrol ketat.
Meski begitu, Purbaya menegaskan komitmennya menjaga fiskal tetap sehat. Business Times menyoroti pernyataannya soal disiplin anggaran.
“Belanja harus cepat, tapi APBN tetap harus kredibel,” tulis media Singapura itu.
Posisi Purbaya memang tak mudah. Ia menggantikan Sri Mulyani yang sudah lama dihormati pasar global berkat reformasi pajak dan disiplin fiskalnya. Financial Times mencatat, pergantian ini sempat bikin pasar ragu, bahkan indeks saham sempat melemah.
Kini semua mata tertuju pada Purbaya. Apakah gaya “koboi” ini bisa mendorong pertumbuhan tanpa mengorbankan stabilitas? Atau justru menimbulkan guncangan baru? Jawabannya ada pada konsistensi kebijakan yang akan diambilnya dalam waktu dekat. (oes)
Editor : Slamet Harmoko