JAKARTA, radarsampit.jawapos.com - Presiden Prabowo Subianto, dipastikan akan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Kehadiran ini menandai untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, kepala negara Indonesia kembali hadir langsung dalam forum bergengsi tersebut.
Bahkan, Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi pembicara ketiga dalam sesi umum sidang.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, menjelaskan partisipasi Presiden Prabowo sangat penting bagi posisi Indonesia di kancah global.
“Presiden direncanakan hadir, menandai kehadiran kepala negara Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB dan beliau akan diberikan kesempatan sebagai pembicara ketiga,” kata Tri Tharyat di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Tri menjelaskan, hingga saat ini tercatat sebanyak 145 pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.
“Jumlahnya terdiri dari 137 kepala negara atau pemerintahan, lima wakil presiden, dan tiga wakil perdana menteri. Biasanya, negara-negara yang tidak termasuk dalam 145 tersebut akan diwakili oleh menteri luar negeri masing-masing,” jelasnya.
Sidang PBB tahun ini disebut memiliki makna strategis, karena bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya organisasi internasional tersebut.
“Ada commemoration, kemudian kegiatan penting pada 22 September yaitu pertemuan tingkat tinggi mengenai solusi dua negara. Hingga saat ini, undangan untuk Indonesia mencakup semua tingkatan, mulai dari kepala negara hingga expert,” ucap Tri.
Ia juga merinci, sepanjang pekan sidang, terdapat tidak kurang dari 176 pertemuan resmi yang akan digelar.
Kehadiran Presiden Prabowo di New York menjadi kesempatan memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai isu global.
“Kalau di breakdown, ada 11 mandated UN events, sembilan acara resmi PBB lainnya, serta 13 forum di luar PBB seperti pertemuan ASEAN, BRICS, Gerakan Non-Blok, Group of 77, dan sebagainya. Itu semua berlangsung selama High Level Week. Selain itu, ada pula 114 side events dan kegiatan lain di luar markas besar PBB,” pungkasnya. (jpc)
Editor : Slamet Harmoko