Radarsampit.jawapos.com – Reshuffle kabinet yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto awal pekan ini tak hanya mengejutkan publik dalam negeri.
Media internasional pun ramai menyoroti langkah mendadak tersebut, terutama karena mencopot Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan.
Reuters dalam laporannya menyebut keputusan ini langsung mengguncang pasar. Rupiah anjlok lebih dari 1 persen, sementara indeks saham Jakarta turun tajam.
“Pencopotan Menteri Keuangan membuat investor gelisah, rupiah tenggelam,” tulis Reuters.
Senada, Financial Times menyoroti dampak finansial yang langsung terasa. Media ekonomi terkemuka asal Inggris itu menulis bahwa pasar Indonesia terguncang setelah Prabowo memecat Sri Mulyani.
Indeks saham disebut jatuh 1,8 persen, menandakan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah.
Sementara Associated Press (AP) menyoroti latar belakang politik di balik reshuffle. AP menyebut pencopotan sejumlah menteri, termasuk Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Keamanan, terjadi setelah gelombang protes besar yang menuntut keadilan sosial.
“Presiden Indonesia memecat menteri keuangan dan keamanan setelah protes mematikan,” tulis AP.
Di dalam negeri, Purbaya Yudhi Sadewa yang ditunjuk menggantikan Sri Mulyani mengaku siap menjalankan amanah.
Ia optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Namun, langkah ambisius itu dinilai sebagian pengamat bisa menimbulkan risiko pelebaran defisit dan mengurangi disiplin fiskal yang selama ini dijaga ketat.
Reshuffle ini sekaligus mempertegas sorotan dunia internasional terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.
Pasar masih menunggu arah kebijakan baru Prabowo, apakah tetap menjaga keseimbangan fiskal atau lebih condong pada program populis yang berisiko mengguncang kepercayaan investor. (oes)
Editor : Slamet Harmoko