Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sapi Merah Putih, Inovasi Genetik untuk Dorong Swasembada dan Serap Tenaga Kerja

Gunawan. • Selasa, 9 September 2025 | 16:30 WIB
PROGRAM: Peluncuran program Sapi Merah Putih di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025) lalu.
PROGRAM: Peluncuran program Sapi Merah Putih di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025) lalu.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah meluncurkan Program Sapi Merah Putih pada pameran Flora & Fauna (FLONA) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta.

Kebijakan yang dikembangkan bersama pihak swasta dan akademisi itu merupakan salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan impor susu, sekaligus membuka lapangan kerja di sektor agribisnis.

Menurut Sekretaris Utama Badan Gizi Nasional (BGN) Sarwono, ketersediaan produk susu dan daging berkualitas menjadi unsur krusial dalam upaya peningkatan gizi publik.

”Pemenuhan protein bagi anak-anak penerima Program Makan Bergizi Gratis sangat menentukan kualitas tumbuh-kembang mereka dan sekaligus memperkuat pondasi swasembada pangan,” kata Sarwono.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyebut langkah ini sebagai tonggak kebijakan pangan yang penting.

Dia menjelaskan bahwa inisiasi tersebut lahir dari upaya riset dan seleksi bibit yang intensif.

”Dari rangkaian uji dan seleksi lahir Sapi Merah Putih yang diproyeksikan mendukung kemandirian susu nasional,” ungkap Rachmat.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, PT Moosa Genetika Farmindo (Moosa Genetics), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Kerja sama riset difokuskan pada pemuliaan berbasis teknologi reproduksi molekuler dan praktik pemuliaan yang disesuaikan dengan kondisi tropis Indonesia.

Direktur Utama Moosa Genetika, Deddy Kurniawan, menegaskan penggunaan metode pemuliaan modern untuk menghasilkan sapi perah yang adaptif terhadap iklim tropis sekaligus produktif.

”Dengan pendekatan genomik dan teknik transfer embrio, kami telah mengembangkan koloni awal Sapi Merah Putih yang siap untuk dikembang-biakkan lebih luas,” ujarnya, seraya menyebut bahwa tahap awal mencatat sekitar 80 ekor yang siap dikembangakan.

Angka kebutuhan susu nasional yang tinggi menjadi latar pentingnya program ini.

Menurut data yang dipakai dalam paparan program, kebutuhan susu Indonesia pada 2023 mencapai kisaran 4,4–4,6 juta ton, sementara suplai produksi domestik baru di kisaran 0,8–0,95 juta ton, sehingga porsi produksi lokal masih sekitar 18–22% dari kebutuhan dan sisanya banyak dipenuhi impor.

Kondisi inilah yang mendorong langkah percepatan inovasi untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku susu.

Peluncuran Sapi Merah Putih disaksikan oleh pejabat pusat dan pihak swasta, termasuk perwakilan perbankan dan akademisi.

Hal tersebut sebagai tanda komitmen sejumlah pihak untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah agribisnis. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#swasembada #Sapi Merah Putih #program #produksi susu