Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sapi Merah Putih, Jalan Menuju Swasembada Susu dan Meningkatkan Pendapatan Peternak

Gunawan. • Jumat, 5 September 2025 | 16:09 WIB
SEHAT: Kementerian Pertanian menargetkan dalam lima tahun ke depan mengimpor 2 juta ekor sapi indukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gartis (MBG). (ANTARA)
SEHAT: Kementerian Pertanian menargetkan dalam lima tahun ke depan mengimpor 2 juta ekor sapi indukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gartis (MBG). (ANTARA)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah bersama sektor swasta dan akademisi meluncurkan inisiatif pengembangan sapi perah lokal bernama Sapi Merah Putih.

Hal itu sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor susu dan mendorong lapangan kerja produktif di sektor peternakan.

Program ini melibatkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, PT Moosa Genetika Farmindo (Moosa Genetics) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Masalah ketergantungan impor menjadi latar pentingnya program tersebut. Berbagai analisis dan laporan perdagangan menunjukkan angka konsumsi susu nasional yang jauh melampaui produksi domestik.

Estimasi konsumsi nasional bergerak pada kisaran jutaan ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya memenuhi sebagian kecil kebutuhan.

Menurut Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti, program ini dirancang bukan sekadar meningkatkan pasokan susu, melainkan juga memastikan ketersediaan gizi dan memperkuat ekonomi pedesaan melalui peningkatan nilai tambah bagi peternak kecil dan menengah.

“Kerja sama ini dilakukan dalam konteks pembangunan nasional, khususnya mendukung swasembada pangan dan program makan bergizi gratis,” ujar Teni.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo Teguh Sambodo mengatakan, langkah itu ini tidak hanya menargetkan ketersediaan susu, tetapi juga diharapkan memberi dampak ekonomi yang nyata, termasuk kontribusi yang lebih besar dari sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, peningkatan genetik dan pola pemeliharaan sapi tersebut bakal mendongkrak pendapatan peternak hingga mencapai 2,3 kali lipat.

”Apabila beternak biasa hanya sekitar Rp80 juta per sapi dalam lima tahun, maka dengan sapi merah putih peternak bisa menghasilkan lebih dari Rp200 juta,” ujarnya.

Di pihak swasta, Moosa Genetics menjelaskan bahwa pendekatan yang dipakai adalah seleksi genomik dan bioteknologi reproduksi modern (mis. IVF, inseminasi buatan, analisis DNA) untuk memperbaiki kualitas genetik sapi lokal sehingga lebih produktif dan adaptif terhadap iklim tropis Indonesia.

Perusahaan juga memperkenalkan standar Indonesian Genomic Breeding Value (IGBV) sebagai tolok ukur kualitas genetik sejak lahir.

Dengan pendekatan ini diharapkan sapi perah lokal mampu memberikan produksi susu yang lebih tinggi dan stabil. (*/ign)

Editor : Gunawan.
#peternak #Sapi Merah Putih