JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Perlindungan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia jadi perhatian serius pemerintah.
Aparat TNI dan Polri diperintahkan bekerja sama dengan lebih efektif dalam menghadapi potensi kerusuhan atau penjarahan yang dapat mengancam kedaulatan negara.
Hal tersebut jadi penekanan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Menteri Pertahanan, Kapolri, serta Panglima TNI. Stabilitas keamanan harus dijaga demi kemaslahatan bangsa.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, aparat keamanan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang berusaha mengganggu keamanan masyarakat.
”Presiden telah memerintahkan BIN untuk terus memantau situasi di lapangan dan Mendagri diminta menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan stabilitas keamanan,” katanya.
Menurut Sjafrie, Presiden Prabowo memprioritaskan kepentingan rakyat. Oleh karena itu, kerja sama TNI-Polri bersama lembaga negara lain terus diperkuat guna menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, serta menegakkan hukum di seluruh tanah air.
”Presiden senantiasa bersama rakyat dalam menjaga kepentingan bangsa. Aparat TNI-Polri dipastikan solid, baik di pusat maupun daerah, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga negara,” kata Sjafrie.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian dari tingkat Polda hingga Polres untuk melakukan patroli bersama TNI.
”Atas arahan Kapolri, saya instruksikan semua Polda dan Polres untuk segera melaksanakan patroli skala besar dengan TNI. Hal itu untuk melindungi masyarakat dari ancaman perusuh dan pelaku anarkis,” tegas Dedi.
Dia juga menyadari kegelisahan masyarakat mengenai banyaknya informasi terkait penjarahan. Karena itu, Polri memastikan tidak ada tempat bagi pelaku anarkis untuk memanfaatkan situasi.
”Tidak ada tempat bagi anarkisme. Patroli kami lakukan hingga tingkat RT/RW untuk memastikan lingkungan masyarakat tetap aman. Setiap pelaku yang mencoba memanfaatkan situasi untuk melakukan kejahatan, seperti penjarahan di rumah pribadi atau fasilitas umum, akan kami tindak dengan tegas,” ujarnya.
Adapun Pangdam III/Siliwangi Mayjen Kosasih menekankan pentingnya kolaborasi antarinstitusi dalam menjaga stabilitas.
”Saya perintahkan semua jajaran untuk saling mendukung, baik itu dengan kepolisian maupun pemerintah provinsi dan daerah. TNI-Polri dan pejabat lain harus bergerak bersama. Harus seirama, saling berkomunikasi, saling menghargai, dan saling melindungi,” ujar Kosasih. (*/ign)
Editor : Gunawan.