POSO, radarsampit.jawapos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8). Getaran kuat yang berlangsung sekitar 15 detik membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso menyebutkan, sebanyak 13 orang dilarikan ke RSUD Poso, dua di antaranya dalam kondisi kritis. Selain itu, enam orang lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo.
Tak hanya korban luka, gempa juga merusak satu unit rumah ibadah, yakni Gereja Jemaat Elim di Desa Masani.
“Pendataan terhadap jumlah pengungsi masih terus dilakukan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Guncangan terasa paling kuat di Kecamatan Poso Pesisir, terutama di Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape. Episenter gempa berada di laut, sekitar 13 kilometer barat laut Kota Poso, dengan kedalaman 10 kilometer. Hingga kini, tercatat sudah terjadi 15 kali gempa susulan.
Sesaat setelah kejadian, BPBD Poso bersama aparat kecamatan dan desa langsung melakukan monitoring serta assessment lapangan. Tim gabungan mendata kerusakan dan kebutuhan warga. Saat ini, kebutuhan paling mendesak adalah tenda dan obat-obatan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memerintahkan langkah cepat dilakukan dengan memperkuat koordinasi di lapangan. “Analisa betul kondisi di sana. Kita segera masuk ke lokasi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pendataan korban, kerusakan, serta menyiapkan penanganan darurat. BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko