PAPUA TENGAH, radarsampit.jawapos.com – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diluncurkan dalam rangka Hari Koperasi Nasional ke-78, dinilai sebagai simbol nyata gotong royong masyarakat Indonesia, bukan sekadar program ekonomi.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa koperasi menjadi pilar penting dalam memperkuat kemandirian dan kesejahteraan warga.
”Dengan prinsip satu orang satu suara, koperasi mencerminkan demokrasi ekonomi yang memberi hak setara bagi setiap anggota untuk menentukan arah masa depan bersama,” ujarnya.
Dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, Koperasi Merah Putih mengintegrasikan berbagai layanan, mulai dari distribusi sembako bersubsidi—seperti gas, beras, dan minyak goreng—hingga pelayanan kesehatan lewat klinik dan apotek desa.
Pada sektor pertanian, koperasi mengelola gudang penyimpanan hasil panen dan fasilitas logistik, sehingga mendukung rantai nilai petani lokal.
Gubernur Nawipa melaporkan perkembangan program di Papua Tengah. Dari 1.208 desa/kelurahan yang disosialisasikan, 847 (70,1%) telah menyelenggarakan Musyawarah Desa, dan 581 koperasi (48,1%) sudah berbadan hukum.
”Data ini membuktikan kerja keras kita dan kontribusi Papua Tengah terhadap lebih dari 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia,” katanya. (*/ign)
Editor : Gunawan.