JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah menegaskan bahwa setiap Sekolah Rakyat dibangun dengan mengutamakan kualitas gedung dan kelengkapan fasilitas modern.
Sekretaris Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Essy Asiah, menyatakan renovasi tahap awal sudah mencapai 90,72% di 65 lokasi Balai Latihan Kerja milik Kemensos, pemda, dan perguruan tinggi.
”Kualitas konstruksi adalah prioritas utama kami,” ucap Essy.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan permanen dimulai September 2025, dengan anggaran sekitar Rp 200 miliar per lokasi.
Setiap kompleks sekolah akan berdiri di lahan minimal enam hektare, menampung hingga 1.000 siswa SD–SMA, serta dilengkapi asrama guru, lapangan olahraga, dan aula upacara.
”Surat-surat lahan harus bebas sengketa sebelum proses konstruksi,” tegas Dody.
Investasi infrastruktur pendidikan ini ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran 2026, sebagai upaya mencetak generasi unggul.
Sementara itu, Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Kominfo, Wayan Toni Supriyanto, memastikan setiap Sekolah Rakyat terhubung internet berkecepatan 100 Mbps, mendukung pembelajaran digital sesuai program transformasi nasional. (*/ign)
Editor : Gunawan.