Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Upaya Ini Dinilai Efektif Mencegah Penyelundupan dan Menjaga Kekayaan SDA

Gunawan. • Rabu, 4 Juni 2025 | 18:25 WIB
Ilustrasi laut lepas.
Ilustrasi laut lepas.

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Demi menjaga kedaulatan dan melindungi kekayaan sumber daya alam, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus memperkuat pengawasan di perairan untuk menekan praktik penyelundupan.

Salah satu keberhasilan terbaru datang dari Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL (Lanal) Bangka Belitung yang menggagalkan upaya pengiriman 25 ton pasir timah secara ilegal ke Malaysia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, menjelaskan bahwa penggagalan itu berawal dari patroli rutin Tim F1QR di sekitar perairan Pangkal Pinang.

Saat sedang berpatroli, tim mendeteksi KM Indah Jaya GT 34 yang tampak kandas di alur pelayaran Pelabuhan Pangkal Balam secara mencurigakan.

”Tak lama setelah melihat kapal tersebut, Tim F1QR mengidentifikasi adanya aktivitas mencurigakan. Begitu didekati, beberapa anak buah kapal (ABK) berusaha melarikan diri ke hutan bakau di pesisir,” ungkap Wira.

Setelah memeriksa kabin kapal, ditemukan karung-karung berisi pasir timah dengan total sekitar 25 ton yang disembunyikan di dalam palka.

Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi kekuatan pertahanan laut bersama kebijakan nasional untuk mengamankan sumber daya negara, sejalan dengan misi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita.

Di lain pihak, tindakan cepat TNI AL juga terbukti berhasil menggagalkan penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) di Pelabuhan Merak, Banten.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi, memberikan apresiasi atas operasi tersebut. Ia menyatakan bahwa langkah TNI AL sangat strategis untuk melindungi kekayaan hayati laut Indonesia.

”Ini bukan sekadar penangkapan, melainkan upaya strategis untuk menyelamatkan kekayaan nasional. TNI AL menunjukkan bahwa negara tidak akan tinggal diam terhadap ancaman yang menargetkan sumber daya laut kita,” kata Okta.

Okta menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan terus mendukung penguatan pertahanan maritim Indonesia.

Menurutnya, keamanan laut adalah garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan negara, dan setiap upaya penguatan TNI AL akan dikawal melalui jalur politik dan anggaran.

Keberhasilan demi keberhasilan seperti ini mencerminkan tekad bangsa Indonesia untuk tidak memberikan ruang bagi pelanggaran hukum dan perampokan sumber daya di perairan Nusantara. (*)

Editor : Gunawan.
#laut #tni al #penyelundupan