Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pelayanan Haji 2025 Lebih Tertata, Transparan, dan Profesional

Gunawan. • Selasa, 3 Juni 2025 | 15:22 WIB
Jemaah haji asal Indonesia  (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
Jemaah haji asal Indonesia (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 diperkirakan akan berlangsung dengan lebih terstruktur, terbuka, dan berstandar profesional.

Hal ini didasarkan pada berbagai kebijakan reformasi dari Pemerintah Arab Saudi serta upaya peningkatan layanan yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Tim Pengawas Haji DPR RI menilai perbaikan dalam penyelenggaraan haji menunjukkan pergeseran menuju sistem yang modern, efisien, dan berfokus pada kenyamanan serta kepuasan jemaah.

Kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Arab Saudi diharapkan menjadi faktor utama dalam kesuksesan transformasi layanan haji tahun ini.

Anggota Timwas Haji DPR RI, Jazilul Fawaid, menekankan bahwa pemberlakuan persyaratan visa yang lebih ketat oleh Pemerintah Arab Saudi menjadi angin segar bagi penyelenggaraan haji yang lebih tertib.

Menurutnya, penertiban jemaah tanpa visa resmi akan menciptakan pelaksanaan ibadah yang lebih terkontrol dan aman.

”Kebijakan baru dari Arab Saudi harus segera direspons oleh pemerintah Indonesia, agar penyelenggaraan haji tahun ini benar-benar lebih baik,” ungkap Jazilul Fawaid.

Ia juga mengapresiasi upaya Kemenag dalam menyempurnakan layanan, termasuk menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi Panitia Khusus Haji sebelumnya.

Menurut Jazilul, langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

”Dengan berbagai perbaikan dari Kemenag, kepercayaan masyarakat terhadap layanan haji kian meningkat,” tambahnya.

Jazilul menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh pada setiap tahapan penyelenggaraan, mulai dari keberangkatan jemaah, penyediaan transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan di Tanah Suci.

Ia berharap bahwa semua aspek layanan tersebut mengalami peningkatan signifikan tahun ini.

”Mulai dari proses keberangkatan, akomodasi, katering, hingga layanan kesehatan di Arab Saudi harus menunjukkan peningkatan. Seluruhnya akan kami tinjau langsung di lapangan,” jelasnya.

Keterlibatan delapan syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji pada tahun ini disambut positif oleh Jazilul.

Ia menilai bahwa model kompetitif di antara penyedia layanan akan mendorong terjadinya persaingan sehat, sehingga kualitas layanan bagi jemaah semakin terjaga.

”Dengan evaluasi berkala, kami akan mempertahankan penyedia layanan terbaik dan memacu peningkatan mutu semua pihak yang terlibat,” kata politikus Fraksi PKB tersebut. (*)

Editor : Gunawan.
#haji #tim pengawas dpr